Apa Sich Kafir Itu, dan Siapakah Orangnya ?

Sudah tahukah anda pengertian dari kafir, siapa sich orang kafir itu, apa juga pengertian kafir menurut al quran ? mari kita simak!

gambar kafir

Mereka Bilang Aku Kafir, memoar karya Muhammad Idris (Hikmah, 2007)

A. PENGERTIAN KAFIR

Kafir (bahasa Arab: كافر kafir; Jamak كفّار kuffar) Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup, menyembunyikan sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau mengingkari kebenaran.

Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk kata disebut sebanyak 525 kali. Kata kafir digunakan dalam al-quran berkaitan dengan perbuatan yang berhubungan dengan Tuhan, seperti : Mengingkari nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS.16:55, QS. 30:34), Lari dari tanggung jawab (QS.14:22), Menolak hukum Allah (QS. 5;44), Meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:44).

Ditinjau dari segi bahasa, kata kafir tidak selamanya berarti non muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna inkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang,dan menolak kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman. kalau dilihat dari sisi istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non muslim, yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya.
Kafir adalah Lawan dari Iman.

KATA KAFIR DALAM AL-QUR’AN
Di dalam Al-Qur’an, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda, diantaranya :

  • KUFUR AT-TAUHID : Menolak tauhid
    Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah ayat 6)
  • KUFUR AL-NI’MAH : mengingkari nikmat
    Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah : 152)
  • KAFIR TABARRI (Kufur at-tabarri : melepaskan diri)
    Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)…” (Al-Mumtahanahayat 4)
  • KAFIR JUHUD (Kufur al-juhud)
    Mengingkari sesuatu maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya. (Al-Baqarah ayat 89)
  • KAFIR TAGHTIYAH (Kufur at-taghtiyah: menanam/mengubur sesuatu)
    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar). (Al-Hadid 20)

B. MACAM-MACAM KAFIR

Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi beberapa golongan, berikut ini adalah kenis-jenis kafir :

  1. KAFIR HARBI
    Yaitu orang kafir yang memerangi Allah dan Rasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi.
    فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاء اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْArtinya : “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) Maka pancunglah batang leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka Maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.” (QS. Muhammad : 4)
  2. KAFIR DZIMMI
    Yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti
    قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَArtinya : “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.” (QS. At Taubah : 29)
  3. KAFIR MUAHAD
    Yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara islam.
    وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاء إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَArtinya : “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al Anfal : 58)
    Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang membunuh seorang muahid maka tidak akan mencium bau surga…” (HR. Bukhori)
  4. KAFIR MUSTA’MAN
    Yaitu orang kafir yang masuk ke Negara islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.
    وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَعْلَمُونَArtinya : “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At Taubah : 6)

Sebenarnya Banyak sekali pembagian dari jenis-jenis kafir menurut versi ulama, akan tetapi intinya hanya terbagi menjadi 4 seperti yang telah kami sebutkan di atas tadi, adapun jenis-jenis kafir yang selain 4 jenis kafir yang telah kami sebutkan diatas adalah :

  1. KAFIR ‘INAD
    Yaitu kafir yang mengenal Tuhan dengan hati dan mengakui-Nya dengan lidah, tetapi tidak mau menjadikannya sebagai suatu keyakinan karena ada rasa permusuhan, dengki dan semacamnya.
    Dalam al-Quran mereka digambarkan seperti orang-orang yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah, mendurhakai rasul-rasul Allah Swt, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang menentang kebenaran (QS.11:59).
  2. KAFIR KITABI
    Kafir kitabi ini mempunyai ciri khas tersendiri di banding dengan kafir-kafir yang lain, karena kafir kitabi ini meyakini beberapa kepercayaan pokok yang dianut Islam. Akan tetapi kepercayaan mereka tidak utuh, cacat dan parsial. Mereka membuat diskriminasi terhadap rasul-rasul Allah dan kitab-kitab suciNya, terutama terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran. Dalam al-Quran mereka disebut sebagai ahlul kitab, Mereka adalah orang yahudi dan nasrani.Dilihat dari segi berlawanannya dengan pokok keimanan, kekafiran terdiri dari
  3. Kafir karena dusta
    Kufur karena dusta, Allah berfirman yang artinya, “Maka siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?” (Az-Zumar: 32)
  4. Kufur karena takabbur dan enggan percaya
    Kufur karena takabbur dan enggan percaya, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabbur dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir?” (Al-Baqarah: 34)
  5. Kufur karena berpaling
    Kufur karena berpaling, Allah berfirman, “Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (Al-Ahqaaf: 3)
  6. Kufur karena ragu
    Kufur karena ragu, Allah berfirman, “Dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata dengan kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia, ‘Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat’, Dan ia memasuki kebunnya sedang ia zalim terhadap dirinya sendirinya, ia berkata, ‘Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira bahwa hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik kepadanya, sedang ia bercakap-cakap dengannya, ‘Apakah kamu kufur kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna’.” (Al-Kahfi: 34-37)
  7. Kufur karena nifaq (munafiq).
    Kufur karena nifaq, Allah berfirman, “Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti.” (Al-Munafiquun: 3)
  8. Kafir Zindiq
    Menurut Imam Syafii, Imam Malik dan Imam Ahmad, Zindiq yaitu orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya. Seperti pada zaman Rasulullah disebut orang Munafiq, namun dalam istilah syar’i sering disebut Zindiq.

Selain jenis-jenis kafir diatas, masih ada pula ulama yang mengkelompok-klompokkan kafir berdasarkan tingkatan dosanya yaitu menjadi KUFUR (KAFIR) BESAR DAN KUFUR KECIL.

Kata kafir adalah istilah yang sangat umum, istilah bagi orang yang mengingkari Allah dan RasulNya serta ajaran yang dibawanya, mereka bisa dari kalangan yahudi, nasrani, ateis, majusi, hindu, budha, konghuju dan yang lainya, yang tidak mengimani Allah dan Rasul-rasulnya serta ajarannya, mereka semua adalah non muslim.

Penyebutan kata-kata kafir, tidak selamanya mempunyai konotasi berakhlak buruk, jahat, dan sifat-sifat kotor lainnya. dan tidak juga pelecehan nilai-nilai kemanusiaan, karena semua manusia adalah ciptaan Allah. dan dari segi humanity semua manusia adalah saudara.
Akan tetapi penyebutan kata kafir lebih kepada masalah keimanan, dimana mereka tidak mau mengimani Allah Swt sebagai Tuhan, dan Muhammad Saw sebagai RasulNya serta mengingkari ajaran-ajarannya.

Sebenarnya jika mereka memahami arti dan konsekuensi dari kata non muslim, sebenarnya tanpa disadari mereka rela dipanggil kafir dari perspektif islam, Hanya mungkin kedengarannya lebih halus, ketimbang disebut sebagai kafir.

Orang-orang kafir ternyata berakhlak mulia ?
Bisa saja orang-orang kafir berakhlak baik, seperti jujur, tidak korupsi, tidak berzina, berbuat baik dengan tetangga, menyantuni orang miskin, dll. Namun akhlak baik itu tidak cukup untuk menghapuskan status dia dari katagori orang kafir, manakala mereka tetap ingkar kepada Allah, atau ingkar kepada rasul-rasulnya termasuk Nabi Muhammad dan ajarannya.

Dalam al-Quran surat almaidah ayat 5: dihalalkan bagi kalian…..perempuan-perempuan yang terjaga kehormatannya dari ahli kitab (yahudi / nasrani). Artinya ada dari kalangan mereka yang secara manusiawi melakukan akhlak atau perilaku yang baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak seharusnya seorang muslim memanggil orang kafir dengan sebutan kafir (wahai orang kafir), meskipun seorang muslim wajib yakin bahwa orang selain islam adalah kafir karena al-Quran telah jelas menyatakan hal itu.

Rasulullah Saw dalam berinteraksi dengan orang-orang yahudi, atau orang musyrik, kafir quraisy, yang mana mereka adalah golongan orang-orang kafir, Rasulullah tidak memanggil dengan sebutan ”ya kafir”. Tapi beliau menyebut misalnya orang yahudi, nasrani, qurays, bahkan ketika mengirim surat ke raja romawi menggunakan kata-kata ”ya adhimu rum”.

Kesimpulan :
Mungkin anda bingung dengan banyaknya pembagian macam-macam kafir, anda tidak perlu bingung, karena pada intinya kafir berarti ingkar, yaitu mengingkari Allah swt dan Rasulnya. Lagipula buat apa membingungkan pembagian jenis kafir, lebih baik kita tanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita termasuk orang yang benar-benar beriman atau masih ada kekufuran dalam hati kita masing-masing.

Demikianlah pembahasan Pengertian Kafir dalam islam !

Pencarian Terkait
macam macam zina dan contohnya |macam-macam zina kecil |macam macam zina kecil dan zina besar |pengertian dosa menurut istilah |pengertian dosa menurut bahasa dan istilah |hukum berzina dengan orang bukan islam |macam macam zinah kecil |Kafir zindiq |macam macam zina kecil |hukum berzina dengan non muslim |
Comments
  1. ragil

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...