Bacakan Ayat Al-Quran Pada Janin Bukan Dengan Memutar Musik Klasik (Mozart)

Di Publikasikan 03 Mar 2013 // Oleh pendidikan islam // Kategori Artikel Islam //

Manfaatnya Membacakan Ayat Al-Quran Pada Janin (Kandungan) dibanding dengan Memutarkan Musik Klasik (Mozart) Pada Janin (Kandungan)

Masuk-islam.com – Sebuah fakta yang bukan baru lagi mengemukakan penelitian bahwa ternyata musik klasik tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kemampuan kognitif seorang anak. Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak mencerdaskan anak sebagaimana yang selama ini kita tahu.
janin ketika dibacakan ayat alquran
Selama lebih dari 15 tahun, kita terkecoh oleh publisitas yang banyak membesar-besarkan tentang musik klasik yang dapat memacu kecerdasan seorang anak. Dulu, sebelum saya mengenal banyak keajaiban Al-Qur’an, saya cenderung memegang pendapat bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan otak janin dan mencerdaskan anak. Tapi, beberapa tahun kemudian, saya mulai berpikir, jika mozart yang ciptaan manusia saja bisa mencerdaskan anak, maka tentu Al-Qur’anyang merupakan mukjizat yang telah Allah berikan kepada kita ini lebih dapat mencerdaskan anak. Dan ternyata itu benar.

Beberapa orang peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini.

Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator.
Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.
Senada dengan Jacob Pietschnig dan kawan-kawannya, sebuah tim peneliti Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini.
Mereka mengemukakan bahwa sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.

Penelitian terbaru ini membantah habis-habisan hasil riset psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada tahun 1993 yang mengemukakan bahwa musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial.

Kembali Kepada Al-Qur’an
Berbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Nah, ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb.

Pada asalnya, milyaran sel saraf dalam otak manusia bergetar secara konstan. Sel ini berisi program yang rumit dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi dalam sebuah koordinasi yang luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah.

Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya mulai bergetar berirama secara seimbang. Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak dan cara mereka bergetar. Jadi jika beberapa sel otak tidak siap untuk mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya menyebabkan banyak penyakit fisik dan psikologis.

Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Dan gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Ketika beredar informasi bahwa musik klasik berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia, banyak kalangan menggunakan musik klasik sebagai obat terapi.

Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.

Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang memiliki nilai sastra yang tinggi, dan bahasa nomor satu yang paling sulit untuk dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada satupun dari kita yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita mampu berbahasa Arab dapat memudahkan kita untuk menguasai bahasa asing lainnya?

Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an disertai dengan memahami maknanya, ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain. Bahkan meski bahasa tersebut masih asing, ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kemudian menguasainya, insya Allah.
Adik saya yang kedua, Alhamdulillah, adalah seorang hafidz (penghafal Al-Qur’an). Ia berhasil menyempurnakan hafalan 30 juz hanya dalam waktu 1,5 tahun saja. Dulu, sebelum ia menghafal Al-Qur’an, kemampuannya biasa-biasa saja. Pintar, tapi bukan juara kelas. Tapi, setelah ia mulai menghafalkan Al-Qur’an, kecepatan belajar, kecepatan menghafal, serta kemampuannya menganalisis segala sesuatunya berubah drastis. Sangat pesat, subhanallah. Ia mengalahkan teman-teman yang dulunya berada di atasnya. Bahkan, saat ia harus mengikuti lomba tafsir Al-Qur’an dengan bahasa Inggris tingkat propinsi DIY pun, ia berhasil menyabet juara kedua. Padahal, sebelumnya, kemampuan bahasa Inggrisnya pas-pasan. Tapi, kemampuannya menyerap berbagai informasi memudahkannya dalam berbagai hal.

Janin usia 7 bulan sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Nah, untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk banyak-banyak memperdengarkan Al-Qur’an kepada janinnya. Kita tidak mengharapkan mereka mengerti dan memahami apa yang kita baca. Namun, membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, membantunya untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi, kemampuan berbahasa yang baik, dan kepribadian yang baik pula.

Itulah sekilas pengetahuan yang penting untuk anda ketahui mengenai Manfaat Membacakan Ayat Al-Quran Pada Janin (Kandungan) dibanding dengan Memutarkan Musik Klasik (Mozart) Pada Janin (Kandungan)

Sumber referensi : galihgumelar.com/2012/07/manfaatnya-membacakan-al-quran-pada.html

Bacakan Ayat Al-Quran Pada Janin Bukan Dengan Memutar Musik Klasik (Mozart) pendidikan islam 03 Mar 2013. Bacakan Ayat Al-Quran Pada Janin Bukan Dengan Memutar Musik Klasik (Mozart)

Manfaatnya Membacakan Ayat Al-Quran Pada Janin (Kandungan) dibanding dengan Memutarkan Musik Klasik (Mozart) Pada Janin (Kandungan) Masuk-islam.com – Sebuah fakta yang bukan baru lagi mengemukakan penelitian bahwa ternyata musik klasik tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kemampuan kognitif seorang anak. Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak mencerdaskan anak sebagaimana yang selama ini kita tahu. Selama lebih [...]

4.9 pendidikan islam

9 comments on “Bacakan Ayat Al-Quran Pada Janin Bukan Dengan Memutar Musik Klasik (Mozart)

  1. rafael on said:

    Anda kemakan hoax berbau Islami.

  2. daripada anda tidak pernah makan

  3. Ferdian on said:

    Sebenarnya tidak ada omongan bahkan riset yang mengatakan bahwa ketika janin diberi musik klasik akan menjadi JENIUS. saya juga tidak menjamin pula jika mengatakan bahwa Al-Qur’an akan menjadikan janin menjadi seorang anak yang JENUIS.

    kalau dipikir secara logika dan penelitian-penelitian yang ada, Musik klasik diberikan kepada janin dengan tujuan agar bayi mendapatkan rangsangan dari luar mengenai pendengaran juga otak yang pada umur 6 bulan sudah dapat mendapatkan rangsangan dari luar.

    Sementara itu, menurut agama kita telah diajarkan / dianjurkan untuk membaca surat-surat tertentu yang juga dapat menjadi rangsangan agar anak kita nanti menjadi seorang anak yang sholeh / sholikhah.

    Jadi, menurut saya omongan anda telah benar. akan tetapi, saran saya kepada anda adalah untuk tidak MENJUDGE bahwa lagu klasik tidak akan memberikan stimulus apapun ke anak. Anda hanya melihat dua sampel penelitian yang memberikan hasil negatif pada suatu hipotesa. Akan tetapi, ratusan bahkan ribuan penelitian lain menyatakan hipotesa tersebut adalah positif. JADI, APA YANG ANDA LIHAT DAN RASAKAN BELUM TENTU DILIHAT ATAU DIRASAKAN OLEH ORANG LAIN.

  4. duwik on said:

    Klo saya mmg setuju untuk lbh memperdengarkan alquran drpd musik klasik, krn bkn ingin anak saya jd cerdas, tp supaya sedari dini dia terbiasa memperdengarkan yang baik2 dan terbiasa untuk membaca dan mengamalkannya, krn alquran adlh murni tuntunan yang terbaik dr ilmu apapun di muka bumi. Smg anakq bs jd hafidzoh ya aamiin

  5. Rezky on said:

    semuanya kembali kepada keyakinan dan kepercayaan anda semua. So, jangan saling menjatuhkan dan bermusuhan karna kita semua adalah Saudara se-umat.
    dan juga Allah SWT. tidak menyukai pertikaian diantara hambanya.

  6. Amul p13t on said:

    izin Copas d blog saya saudara….!! Artikelnya bagus..

  7. ulid on said:

    saya sangat setuju dg anda,,bahwa dg membumikan al qur an pd anak kita apalagi ketika mereka masih dalam kandungan sangat mendukung sekali untuk perkembangan mereka didlam kandungan untuk menjadi anak yang sholeh dan sholihah,,, super sekali,, ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

HTML tags are not allowed.