Bersuci Atau Thaharah Dalam Islam (Lengkap)

Di Publikasikan 06 Okt 2012 // Oleh // Kategori Bersuci, Dalam Islam //

A. Pengertian Thaharah (Bersuci)

Menurut Bahasa, Thaharah artinya suci atau bersih, sedangkan menurut istilah syariat thaharah adalah suci dari hadats dan najis.
Suci dari hadas maksudnya adalah keadaan suci setelah berwudhu, tayamum atau mandi waji, untuk kesuciannya dibutuhkan niat.
Suci dari Najis maksudnya keadaan suci setelah membersihkan najis yang ada di badan, pakaian dan tempat, untuk kesuciannya tidak membutuhkan niat.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa perbedaan antara hadas dan najis. Perhatikanlah tabel perbedaan hadas dan najis berikut.

No.

Hadas

No.

Najis

1. Terjadinya sesuatu yang mengharuskan seseorang bersuci atau membersihkan diri sehingga sah untuk melaksanakan ibadah 1. Segala kotoran yang menjijikan dan mengharuskan untuk disucikan ketika akan melaksanakan suatu ibadah
2. Cara mensucikannya dengan mandi, tayamum, atau wudu 2. Cara menyucikannya dengan membuang atau membersihkan benda najis itu dari tempatnya.
3. Dimulai dengan niat 3. Tidak perlu niat
4. Orang yang berhadas tidak boleh memegang Al Qur’an. 4. Orang yang terkena najis boleh.

 

B. Air

  1. Macam-Macam Air

    Macam – macam air yang dapat digunakan untuk bersuci:

    1. Air Sumur.
    2. Air Hujan
    3. Air Sungai
    4. Air Laut.
    5. Air Salju atau air es bila telah mencair.
    6. Air dari mata air.
    7. Air Embun.
  2. Pembagian Air

    Ditinjau dari hukumnya, Air dapat dibagi menjadi 5 bagian yaitu:

    1. Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci (Air Mutlak / Air yang masih murni)
      Misalnya: Air Sumur, Air Hujan, Air Sungai, dll.
    2. Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci, tetapi Makruh jika digunakan atau disebut Air Musyammas. Yaitu air yang terjemur terik matahari dalam wadah yang terbuat dari bahan yang mudah berkarat.
    3. Airyang suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci. Yaitu:
      • Air Musta’mal, yaitu air yang kurang dari 2 kulah yang telah digunakan untuk bersuci dari hadast atau najis. (Dua Kulah = banyaknya air di dalam bak yang panjang, lebar dan tingginya +/- 60m3).
      • Air yang telah berubah salah satu sifatnya karena bercampur dengan benda – benda suci lainnya, misalnya air teh, air kopi, dll.
      • Air yang keluar dari pohon – pohonan dan buah – buahan, misalnya air aren,
        air kelapa, dll.
    4. Air yang Najis, yaitu air yang mengandung najis dan banyaknya kurang dari dua kulah atau walaupun banyaknya kurang dari 2 kulah atau lebih tetapi keadaannya telah berubah. Boleh bersuci dengan air yang telah berubah jika perubahannya disebabkan terlalu lama berhenti di tempatnya atau bercampur dengan lumpur, lumut, sesuatu yang tidak dapat di hindari baik yang ada di tempatnya maupun tempat mengalirnya dan sesuatu yang Mujawir (dapat dipisahkan dari air, misalnya minyak).
    5. Air yang diperoleh dengan cara mencuri / ghasab (merampas), atau minta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya. Air semacam ini haram hukumnya untuk dipergunakan.

C. Dalil Tentang Perintah Bersuci

  • إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ [٢:٢٢٢
    INNALLOHA YUHIIBBUT TAWWAABINA WAYUHIBBUL MUTATOHHIRIIN
    Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang suci lagi bersih”. (QS Al Baqarah:222)
  • Selain ayat ur`an tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda.
    النظافة من الايمان (رواه مسلم
    ANNADHOFAATU MINAL IIMAAN
    Artinya : “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”(HR.Muslim)
Kata kunci : thaharah dalam islam | macam macam hadas | macam macam hadas dan cara mensucikannya | bersuci dari hadas dan najis | pengertian thaharah | macam-macam hadas dan cara mensucikannya | macam-macam hadas |
Bersuci Atau Thaharah Dalam Islam (Lengkap) Reviewed by pendidikan islam on . Bersuci Atau Thaharah Dalam Islam (Lengkap)

A. Pengertian Thaharah (Bersuci) Menurut Bahasa, Thaharah artinya suci atau bersih, sedangkan menurut istilah syariat thaharah adalah suci dari hadats dan najis. Suci dari hadas maksudnya adalah keadaan suci setelah berwudhu, tayamum atau mandi waji, untuk kesuciannya dibutuhkan niat. Suci dari Najis maksudnya keadaan suci setelah membersihkan najis yang ada di badan, pakaian dan tempat, [...]

Rating: 5

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.