Cara Mempunyai Anak Umur 5 Tahun Hafal Quran 30 Juz?

Terus terang saya kurang begitu bangga jika mempunyai seorang anak yang mempunyai prestasi dunia seperti menjadi penyanyi terkenal, artis terkenal,atlit terkenal ataupun pengusaha sukses, NAMUN saya lebih bangga jika mempunyai anak yang sholeh dan sholehah, salah satunya adalah mempunyai anak yang bisa menghapal quran 30 juz. MENGAPA ??? Dengan memunyai anak yang soleh dan solehah tentunya akan menjadi penyelamat kita di dunia dan pastinya akhirat. akan tetapi jika kita mempunyai anak yang sukses dalam dunia, bisa jadi orang tua akan dijadikan pembantu oleh anaknya, lebih memilih pekerjaan daripada menemani orang tua yang sedang sakit, atau mungkin lebih mementingkan mengeruk harta warisan orang tua daripada menyedekahkan harta buat orang tuanya yang sudah meninggal, dll.

tips musa hafal quran 30 juzTips Bisa Hafal 30 Juz Dalam Usia Kurang lebih 5 Tahun?

Tips ini kami ambil dari cerita sukses musa menghafal al-quran di usia 5 tahun, Musa tidaklah begitu saja menjadi seorang hafidz Alquran. Ia dididik penuh oleh kedua orang tuanya. Al Ode Abu Hanafi, ayah Musa sangat semangat dan gigih dalam mendidik anaknya agar menjadi penghafal Alquran.

Mereka memperkenalkan Al Qur’an kepada Musa sejak dalam kandungan. Musa kemudian mulai mengenali Al Qur’an ketika berumur dua tahun.

“Memang sejak awal orangtuanya ingin anak ini menjadi seorang Penghafal Al Qur’an,” ungkap Hanafi. Keinginan itu bukan romantisme spiritual belaka. Suami-istri ini memperdengarkan bacaan Al Qur’an sejak Musa masih meringkuk dalam kandungan.

Hanafi, petani di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengisahkan, saat Musa dua tahun ia mulai mengenalkan huruf-huruf hijaiyah. Metodenya sederhana saja. Ia menempel di dinding satu-dua huruf hijaiyah untuk selalu dilafalkan berulang-ulang oleh Musa. Dalam beberapa hari setelah anaknya menghafal huruf tersebut, Hanafi mengganti dengan huruf lainnya. Demikian sampai Musa hafal Alif hingga Ya.

Bukan tanpa halangan mengajarkan ngaji sejak usia dini. Ini pula yang dirasakan oleh Hanafi. Saat Musa berusia 3,5 tahun sudah tampak rasa bosan. Ia selalu menangis saat diajak mengaji. Tapi Hanafi terus membimbingnya. Ia tidak menghiraukan tangisan Musa.

“Saya berusaha memotivasi Musa dengan bercerita tentang orang- orang hebat, tokoh tokoh, ulama, dan lain-lain,” katanya.

Untuk mempercepat proses menghafal Musa ia bermitra dengan Rumah Tahfidz Sabilar Rosyad yang terletak dekat rumahnya.

“Banyak yang bilang saya ekstrim karena tidak memberi ruang kepada anak. Jujur, saya iba juga jika ia sedang menangis. Tapi saya meyakini kalau tidak dimulai saat ini maka kedepan akan seratus atau lebih kali lebih susah,” ujar Hanafi.

Dalam beberapa kesempatan, seperti pada acara Hafiz Indonesia RCTI atau saat talk show di TV Rodja Cileungsi, Ayah Musa menuturkan bahwa keinginan dan tekadnya yang kuatlah yang menjadikan Musa seperti saat ini.

Ayah Musa juga sedikit bercerita bahwa kesehariannya, dia selalu membangunkan anaknya ini setiap pukul 3 dini hari untuk membaca dan menghafal Alquran sampai matahari terbit. Dibimbing dan dididik sendiri.

Selain diajari untuk mencintai Alquran, Musa selalu dididik untuk mencintai majlis ilmu. Bahkan jika diajak untuk hadir dipengajian, bocah sekecil itu duduk konsentrasi memperhatikan dan betul-betul mendengarkan apa yang disampaikan oleh penceramah.

Ref: dirangkum dan ditulis ulang dari berbagai sumber : gemaislam.com,dakwatuna.com,dll

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *