Dalil Larangan Berkata Bohong Ketika Puasa

berbohong ketika puasaApakah anda suka berbohong meskipun hanya bercanda, Jika anda sedang berpuasa, mulai sekarang tinggalkanlah berkata bohong, Berpuasa bukanlah hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, karena berkata dusta adalah salah satu hal yang menyebabkan puasa kita sia-sia, puasa kita tidak bernilai apa-apa selain lapar dan dahaga.

Berikut adalah dalil akan pentingnya untuk tidak berkata dusta ketika berpuasa :
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
‘Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pebuatan dusta, maka Allah sedikit pun tidak memerlukan perbuatannya dalam meninggalkan makan dan minumnya (puasa).’” (HR. Bukhari)

Penjelasan:
Hadits di atas menjelaskan bahwa orang puasa tidak boleh berbicara bohong atau dusta. Jika dia berbuat demikian, puasanya tidak berguna sama sekali atau tidak mendapat pahala.

Sekalipun tidak membatalkan puasa, berdusta ketika puasa akan menyia-nyiakan puasa. Orang yang berdusta ketika puasa, puasanya tidak akan diterima oleh Allah.

Anda yang hobi berkata bohong ketika bercanda atau bahkan dalam keadaan yang sebenarnya, mulai sekarang anda harus tinggalkan berkata dusta, karena selain menghilangkan nilai puasa, berkata dusta adalah sifat tercela yang harus di tinggalkan oleh seorang muslim yang beriman.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *