Do’a Setelah Adzan dan Iqomah Berserta Dalilnya

adzan dan iqamatPada pembahasan sebelumnya masuk-islam.com telah mengupas mengenai adzan dan iqamah, mulai dari pengertian, baca’an adzan dan iqamah, jawaban ketika mendengar adzan dan iqamah,dan juga dalilnya.
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, karena artikel  sudah terlalu panjang, maka dibuat artikel lanjutan :

A. DOA SETELAH ADZAN

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
ALLAHUMMA ROBBA HADZIHID DA’WATIT TAAMMATI WASH SHOLATIL QOO-IMAH, AATI MUHAMMADANIL WASILATA WAL FADHILAH, WAB’ATSHU MAQOOMAM MAHMUUDA ALLADZI WA ‘ADTAH’, INNAKA LAA TUHKLIFUL MII’AAD

Artinya :
‘Ya Allah, Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi saw.) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’

DALIL DOA SESUDAH ADZAN

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya :

“Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’, maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR.Bukhari no. 614)

B. DOA SESUDAH IQOMAH

أَقَامَهَا الله وَأَدَامَهَا
AQAAMAHALLAAHU WA-ADAAMAHAA
Artinya :
Semoga Allah tetap (memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa) menegakkan sholat dan melanggengkannya

DALIL DOA SESUDAH IQAMAH

Ada riwayat tentang doa sesudah iqomah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَوْ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ بِلَالًا أَخَذَ فِي الْإِقَامَةِ فَلَمَّا أَنْ قَالَ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا و قَالَ فِي سَائِرِ الْإِقَامَةِ كَنَحْوِ حَدِيثِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْأَذَانِ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Ataki telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tsabit telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari ahli Syam dari Syahr bin Hawsyab dari Abu Umamah atau dari sebagian sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya Bilal mengumandangkan iqomah, maka ketika sampai pada kalimat qod qoomatish sholah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: “Aqamahallahu waadamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya) “, dan beliau jawab dalam keseluruhan iqamatnya sebagaimana hadits Umar Radhiyallahu’anhu dalam masalah adzan. (Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya pada Bab “bacaan ketika mendengar iqomah”)

CATATAN:
Hadits diatas oleh para ahli hadits dipandang sebagai hadits yang dhaif, sebab dalam sanadnya ada seseorang yang tidak dikenal (majhul) dan Syahr bin Husab adalah seseorang yang diperselisihkan oleh banyak pihak (Nailu Al-Authar 2 : 60).
ALLOHU A’LAM

Artikel mengenai bab Adzan dan Iqamah masih akan berlanjut ke bab berikutnya, yaitu manfaat lantunan suara adzan !

Comments
  1. fawwaz
  2. tujaeman
  3. [email protected]
  4. Yasinta Istiqomah
  5. Muhammad yusran
    • pendidikan islam
  6. DARMANTO

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *