Gus Baha – Ulama Tampang Biasa, Ilmu luar biasa

Nama lengkapnya adalah K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, lebih dikenal dengan panggilan Gus Baha, Seorang ulama NU yang berasal dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, Murid K.H Maimoun Zubair (Mbah Mun)
Tampang dan gayanya biasa-biasa saja, namun jangan salah, ilmu agamanya sangat luar biasa.

Bahkan Ustadz Adi Hidayat pernah menyampaikan pada jamaahnya bahwa Gus Baha adalah Manusia Quran.

Ustad Adi Hidayat Mengatakan “Di Rembang itu ada manusia Quran yang tidak banyak dikenal orang. Itu kalau bapak-ibu Tanya tentang fikih-fikih dalam Al-Quran, itu beliau luar biasa. Namanya Gus Baha, Kapan-kalau kalau ada pengajiannya, hadiri pengajiannya. Itu di antara orang yang mengerti Al-Quran,”
gambar gus baha
Ustad Adi Hidayat sendiri adalah ustadz terkenal yang sudah masuk TV (Sobatnya Ustadz abdus Somad) dan banyak artis yang sering mengikuti kajian ustadz adi hidayat, diantaranya : Tengku wisnu, Arie Untung, Dimas Seto, dll.

Dari pesan ustadz adi hidayat pulalah saya akhirnya mulai tertarik ingin mengetahui isi dari dakwah gus baha, Saya cari lah itu pengajian gus baha yang berkeliaran di youtube, Mulanya sih saya tidak tertarik karena tampangnya yang kurang menjanjikan, kesan awal mula menyaksikan sih gak ada yang menarik, namun setelah saya mendengarkan isi pengajiannya sampai habis, Benar juga Ilmunya sangat Luar Biasa, isi ceramahnya tidak membosankan, penuh candaan dan selalu menyenangkan, bahkan saya sampai ketagihan mendengarkan isi ceramahnya, malah sekarang saya jarang mendengarkan kajian ustad adi hidayat dan beralih ke gus baha.

Ceramah Agama Tingkat Tinggi
Isi Pengajian Gus Baha Itu tidak pernah sama dengan ustad-ustadz yang muncul di TV, kalau ustadz yang di tv mbahasnya kan itu-itu aja (Tentang syariat) , tapi tidak dengan gus baha, ceramahnya sudah tingkat torekot atau setara dengan wali.
Bayangkan saja, gus baha bercerita tentang manjanya Nabi Musa kepada Allah, Protesnya Nabi Ibrahim ketika mau di cabut nyawanya, dll. Itu hanyalah salah satu contoh dari isi pengajian gus baha, masih banyak lagi cerita-cerita seru lainnya.

Tidak Pernah Menghina Ulama Lain
Waktu lagi musim pilpres 2019 yang lalu, Seringkali kita lihat di Televisi atau youtube, tokoh agama saling gontok-gontokan, saling marah ketika tidak sependapat, bahkan menghina dengan cacian. Namun tidak dengan Gus Baha,
Ketika beliau tidak sependapat dengan ulama lain, Beliau memaparkan pendapat ulama yang dimaksud (tanpa menyebut nama), lalu dia menyatakan pendapatnya, Dia tunjukkan di mana letak keberatannya, dan ketika menyampaikannyapun tanpa ada nada menghina.

Kutipan ceramah gus baha “Saya itu tidak setuju dengan para ulama yang selalu menyatakan kalau ibadah kita itu belum tentu diterima oleh Allah. Logikanya tidak bisa seperti itu. Kita itu mau ibadah saja sudah luar biasa, Sudah harus bersyukur,Kita bisa sujud kepada Allah saja sudah bisa bikin setan Nangis ” itulah salah satu contoh bagaimana beliau menyatakan ketidaksetujuannya.

Menolak Di Kasih Milyaran Rupiah
Suatu hari dalam pengajian Gus Baha mengisahkan dirinya sendiri. Saat itu ada seorang donatur berasal dari Arab Saudi datang kepada Gus Baha dengan membawa uang miliaran rupiah
“Gus, kalau panjenengan mau membesarkan pesantren, maka saya akan sumbangkan uang saya ini untuk panjenengan,” kata donatur itu.
Namun, ternyata Gus Baha menolaknya, Gus Baha beralasan,”Ciri utama ulama itu mengajak orang menuju Allah. Kalau saya terima dan fasilitas pondok saya bagus, takutnya saya malah mengajak orang kepada fasilitas bukan kepada Allah. Kalaupun ada ulama yang menerima sumbangan karena berprinsip bahwa fasilitas bagus akan menghasilkan produk bagus, ya itu silakan. Yang pasti saya memiliki prinsip sendiri dan kamu jangan tiru saya,” ujar Gus Baha.

Namun Gus Baha menyarakan, jika ada yang memberi sumbangan berupa uang hingga miliaran jangan sampai ditolak. “Kalau ada yang mau nyumbang kamu uang banyak ya terima saja, gak usah sok-sok-an nolak,” lanjut Gus Baha disambut tawa para santri dan jemaah.

Begitulah sosok Gus Baha. beliau memiliki prinsip tersendiri dalam hidupnya. Kita semua boleh mengikuti gaya beliau, tapi juga boleh mengikuti ulama lain yang berbeda prinsip dan pendapat, semua diambil hikmahnya saja.

Ulama Tidak Gila Popularitas Atau Cinta Duniawi
Seiring dengan banyaknya ustadz-ustadz yang mencari popularitas di stasiun TV dan Youtube, Gus Baha memilih menjauhi popularitas. Ia ingin tetap berada di jalur sunyi (jalur keilmuan).

“Ojo ajak-ajak aku seneng dunyo, aku pengen latihan ikhlas, pengen nabung ikhlas (Jangan ajak-ajak saya senang dunia/uang. Saya pengen latihan ikhlas, ingin menabung ikhlas). Sebabnya, ilmu itu tidak terlalu suka pada orang yang suka dunia. Ilmu akan menjauhi orang seperti itu,” terang Gus Baha.

Riwayat Pendidikan Gus Baha
Semenjak kecil hingga sekarang Gus Baha’ hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan Pondok pesantren Al Anwar Karangmangu.

Gus Baha’ juga mengabdi di Lembaga Tafsir Al-Qur’an Universitas Islam Indonesa (UII) Yogyakarta, Di UII beliau adalah Ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Timnya terdiri dari para Profesor, Doktor dan ahli-ahli Al-Qur’an seluruh Indonesia seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib dan para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.

Suatu ketika Gus Baha’ ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, namun beliau tidak berkenan. Dalam jagat Tafsir Al-Qur’an di Indonesia beliau termasuk pendatang baru dan satu-satunya dari jajaran Dewan Tafsir Nasional yang berlatar belakang pendidikan non formal dan non gelar.

Walaupun demikian, kealiman dan penguasaan keilmuan beliau sangat diakui oleh para ahli tafsir nasional, hingga pada suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof. Quraisy bahwa kedudukan beliau di Dewan Tafsir Nasional selain sebagai mufassir, juga sebagai mufassir faqih karena penguasaan beliau pada ayat-ayat ahkam yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Kutipan Isi Ceramah Gus Baha
Salah satu kebiasaan buruk manusia ialah suka membawa-bawa nama Allah untuk kepentingan dirinya. Seolah-olah apa yang ada dalam pikirannya selalu sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah. Padahal sejatinya kadang malah berkebalikan. “Ini bisa membuat Allah tersinggung.” kata Gus Baha.

Gus Baha memberikan contoh tentang bagaimana Allah tersinggung bila ada hamba-Nya membawa-bawa nama Allah untuk kepentingan egonya. Salah satu contohnya, Gus Baha menyebutkan dalam Shahih Muslim dikisahkan ada seorang lelaki yang merasa dirinya benar karena ibadahnya.

“Ini riwayat shahih. Tidak bisa tidak.” tegas gus Baha.

“Ada orang sedang bersujud. Sujud iku apik-apike ibadah. Sujud itu merupakan salah satu ibadah terbaik.”

Ketika Kang Fulan ini sedang bersujud, ada seorang ahli maksiat yang menginjak kepalanya. Ketika diinjak, Kang Fulan marah. Saking marahnya, dia bilang, “Fawallahi. Laa yaghfirulllahu laka. Demi Allah. Kamu tidak akan diampuni Allah.”

Merespons kejadian itu, Allah memberi wahyu kepada seorang Nabi. “Beri tahu kepada si Fulan yang sedang sujud itu. Bilang padanya, bagaimana mungkin dia mengatasnamakan sifatku pada seorang hambaku.”

Maksudnya dia membawa-bawa nama Allah karena kemarahan dalam dirinya sehingga seolah-olah Allah tidak mungkin mengampuni orang yang menginjak kepalanya.

Gus Baha melanjutkan, “Beri tahu kepada si Fulan kalau Aku mengampuni orang yang menginjak kepalanya dan Aku tidak menerima sujudnya.”

Dalam hal ini, kata Gus Baha, para ulama hadis sepakat kalau Allah tidak suka namanya dicatut atau dibawa-bawa oleh orang lain. Apalagi dalam kasus ini. Mana mungkin Allah yang memiliki sifat Ghafuur (zat yang maha banyak mengampuni) kok tidak mengampuni dosa orang lain. Sedangkan si Fulan malah menuduh Allah tidak mungkin mengampuni. Ini suatu yang sembrono.

Betapa saat ini banyak orang yang marah entah karena apa lalu membawa-bawa nama Allah untuk menghakimi orang lain. Ini biasanya dilakukan oleh kelompok ekstremis dan orang yang suka memvonis bidah. Jadi kita semua harus berhati-hati. Jangan gampang mengatasnamakan Allah untuk memenuhi ego kita. Maka, kata Gus Baha, kita harus mengaji lagi agar tahu sesuatu yang benar dan yang salah.

Kesimpulan :
Dalam setiap kesempatan ceramah, Gus Baha selalu menggunakan kemeja putih dan kopiah hitam yang dikenakan secara tidak sempurna (kopiah agak didorong sedikit ke belakang, sehingga rambut depannya sedikit terlihat)
Gus Baha adalah sosok ulama yang sangat sederhana penampilannya namun mempunyai Ilmu agama sangat luar biasa!

loading...
loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *