Ibnu Sina – Ilmuan Islam Yang Mendunia dan Melegenda

George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu”.
Ia juga seorang penulis yang produktif di mana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Karyanya yang sangat terkenal adalah Al-Qanun fi Thib (The Book of Healing dan The Canon of Medicine) yang merupakan Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Di Dunia barat, Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicenna, Bagi banyak orang, Ibnu Sina adalah “Bapak Pengobatan Modern” atau “Bapak Kedokteran Modern”.
gambar ibnu sina
Ibnu Sina merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dokter dan penulis aktif yang lahir di zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks Yunani dari zaman Plato, hingga zaman Aristoteles, secara intensif banyak diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan Islam. Pengembangan ilmu pengetahuan pada masa ini meliputi matematika, astronomi, Aljabar, Trigonometri, dan ilmu pengobatan.

Ibnu Sina bernama lengkap Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdullah Ibn Sina, Ibnu Sina lahir pada tahun 980M atau 370H di Afsyahnah daerah dekat Bukhara (dulu termasuk wilayah Persia (Iran), namun sekarang merupakan bagian dari Uzbekistan) dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Pendidikan awalnya ditempuh di tanah kelahirannya Bukhara dalam bidang Bahasa dan Sastera. Selain itu, ia mempelajari juga Geometri, Logika, Matematik, Sains, Fiqh, dan Kedokteran (pengobatan). Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, meski masih berusia muda, ia sudah mahir dalam bidang kedokteran.

Sejak kecil, Ibnu Sina memperlihatkan kepandaian yang luar biasa. Ilmu kedokteran dipelajarinya saat berusia 16 tahun. Tak hanya mempelajari teori kedokteran, dia juga merawat orang sakit berdasarkan pengetahuannya sendiri.
Berkat melayani orang sakit, Ibnu Sina pun menemukan metode-metode baru dalam perawatan. Dia menjadi seorang dokter sejak usia 17 tahun. Dia semakin terkenal sebagai dokter sejak berhasil menyembuhkan Raja Dinasti Samaniah, Nuh bin Mansur.
Tak hanya Nuh bin Mansur, ia juga berhasil menyembuhkan sejumlah penguasa lain, di antaranya Ratu Sayyidah dan Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamadan, dan Alaud Dawla dari Isfahan.

Sepeninggal ayahnya , dia kemudian berkelana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Kota pertama yang ia tuju adalah Jurjan. Di salah satu kota kecil di Timur Tengah ini ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan al-Biruni yang kemudian menjadi gurunya. Setelah itu, dia berkeliling ke sejumlah kota di Iran seperti Rayy dan Hamadan.

Dari 450 karyanya, yang paling dikenal adalah As-Syifa dan Al-Qanun fi At-Tibb (The Canon of Medicine). Buku yang ditulis pada 1025 itu menjadi acuan dan referensi para dokter selama berabad-abad.
gambar avicenna
Dalam buku maha karyanya, as-Syifa’, buku ini menitikberatkan pengkajian pada filsafat. As-syifa’ terdiri dari 18 jilid dan merupakan salah satu karya terpenting Ibnu Sina. Dalam buku ini, ilmu pengetahuan dibagi menjadi tiga; metafisika, fisika, dan matematika.

Sedangkan dalam bukunya Al-Qanun, Ibnu Sina membagi dalam beberapa risalah.
Risalah pertama terkait dengan definisi ilmu kedokteran dan penjelasan terperinci tentang organ tubuh manusia.
Risalah kedua menjelaskan jenis-jenis obat dan beberapa hal yang dihasilkan dari obat-obatan. Dalam bukunya Ibnu Sina mencatat ada 785 jenis tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat.
Risalah ketiga berisi tentang penjelasan penyakit yang diderita oleh penduduk lokal Khawarizm, sebab-sebabnya, tanda-tandanya, dan cara pengobatannya.
Risalah keempat membahas semua jenis penyakit yang dikenal hingga kini.
Risalah kelima juga terkait dengan obat-obatan dan peracikannya.

Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah : Hayy ibn Yaqzhan, Risalah Ath-Thair, Risalah fi Sirr Al-Qadar, Risalah fi Al- ‘Isyq, dan Tahshil As-Sa’adah.
Dan beberapa Puisi terpentingnya yaitu : Al-Urjuzah fi Ath-Thibb, Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah, Al-Qasidah Al- ‘Ainiyyah.

Sejak berumur 10 tahun Ibnu Sina telah hafal Al-Quran dan menguasai dasar agama, tata bahasa arab (nahwu-sharaf), manthig (logika), dan bayan (ilmu tentang gaya bahasa). Ibnu Sina juga seorang matematikawan, ia ahli dalam hitung-hitungan, hansadah, dan aljabar.

Karya-karya Ibnu Sina pernah disatukan dalam satu buku besar berjudul Essai de Bibliographie Avicenna yang disusun oleh Pater Dominican di Kairo. Kiprah gemilang Ibnu Sina di jagat ilmu pengetahuan berakhir ketika ia wafat pada Juni 1037 di Hamadan, Iran.

Pencarian Terkait
pengetahuan islam |nama nama syekh arab |Pengetahuan tentang agama islam |nama syekh terkenal |nama nama syekh di dunia |pengetahuan agama islam |nama nama syekh terkenal |Pengetahuan tentang islam |pengetahuan islami |menghitung nama menurut islam |
Comments
  1. roni
  2. Indra Rahdian

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...