Ini Kesalahan dan Haram: Toleransi Hari Natal

Waduuuh kok jadi gini ya di bulan desember, banyak orang islam yang ikut memeriahkan natal, liat aja tayangan-tayangan tv udah mulai siap dengan film-film bernuansa Natal. Mal-mal dan pusat perbelanjaan pun demikian, selama 1 bulan penuh nuansa Natal dan diskon gede-gedean digelar.

stop natal

Perlu anda ketahui jika anda adalah orang islam,mengucapkan selamat natal saja tidak boleh apalagi ikut memeriahkan, itu adalah suatu dosa karena dengan anda ikut memeriahkan natal sama saja dengan anda membenarkan ajaran mereka, kalau anda benar-benar beriman kepada Allah SWT. harusnya anda tinggalkan ikut-ikutan memeriahkan natal, apapun caranya. MUI pun telah mengerluarkan fatwa haram untuk hal itu ( 7 Maret 1981 )

Ada fakta yang bikin saya bener-berner merasa sakit yaitu  acara-acara hiburan dan talkshow di televisi pada mengenakan kostum sinterklas, para karyawan yang muslim di mal dan pusat malah disuruh memakai topi sampai kostum ala Sinterklas, ada lagi yang pergi ke rumah-rumah teman atau bos demi merayakan dan ngucapin selamat Natal—karena alasan ‘nggak enak’. ada juga yang lebih parah…ada ormas islam yang ikut menjaga keamanan gereja demi lancarnya proses peribadatan mereka dan supaya di bilang bahwa umat islam itu penuh toleransi..Uff… kok gini banget ya? Emang toleransi itu sejauh mana sih?

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai toleransi antar umat beragama, Anda harus belajar islam secara mendalam:
Toleransi dalam beragama berarti ya membiarkan mereka yang berbeda agama dengan kita untuk menjalankan seluruh ibadah dan ritual mereka tanpa kita ganggu. Begitupun sebaliknya. Jadi, ikutan dengan mereka untuk merayakan dan mengucapkan selamat di hari raya mereka, itu nggak termasuk perwujudan toleransi, apalagi sampe mau ngejalanin demi meramaikan hari raya mereka—misalnya pake kostum sinterklas walaupun hal itu demi kerjaan. Hmm… justru sebenarnya udah ‘mengorbankan akidah’ kita untuk ikut-ikutan mereka.

Mengucapkan selamat di hari raya mereka, itu bukan termasuk perwujudan toleransi akan tetapi berpartisipasi, Camkan sekali lagi TOLERANSI ATAU BERPARTISIPASI
Toleransi : membiarkan mereka yang berbeda agama dengan kita untuk menjalankan seluruh ibadah dan ritual mereka tanpa kita ganggu, biarkan saja mereka gak usah kita ganggu
Partisipasi : Ikut memeriahkan, memberi ucapan dan mensukseskan hari raya mereka, sama saja dengan anda membenarkan ajaran mereka.

Allah Ta’ala udah berfirman dalam al-Quran surat al-Maidah ayat 44, “..dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”

Bilal bin Rabbah radhiallaahu ‘anhu tetap memegang teguh Islam sampe sekarat disiksa Umayyah bin Khalaf, majikannya yang adalah ‘orang penting’ kaum Quraisy. itu yang harus kita contoh dan praktekkan, sebab yang kita terima belumlah seberapa dibanding yang dirasakan oleh Bilal, lha kita diancam di pecat dari pekerjaan saja sudah ketakutan minta ampun….

Selain itu, ada satu surat yang kayaknya udah kamu hafal dan mungkin dibaca setiap shalat. Yup, yakni firman Allah Ta’ala dalam surat al-Kaafiruun ayat 1-6 (kamu pasti tahu kan isinya? Hah? Lupa? Oke, saya tuliskan di sini ya, “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”)

Surat tersebut udah menegaskan bahwa toleransi perbedaan agama menurut Islam ya nggak boleh saling mencampuri urusan ibadah satu sama lain. So, mau takut apa lagi sih? udah gak usah ikut-ikutan mulai sekarang, jadilah muslim yang benar.

Sebenarnya masalah toleransi akan semakin afdol terlaksana kalo individu yang menjalankan keyakinannya dilindungi oleh negara. Asalkan toleransi ini sesuai Islam bukan toleransi versi pluralisme yang membuat umat Islam justru latah ikut-ikutan merayakan dan mengucapkan selamat dalam perayaan agama yang berbeda.

Yang perlu saya tekankan lagi adalah sebagai seorang muslim kita justru harus bangga karena di akhirat nanti kita jelas di surga, sementara orang kafir (selain islam) tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS al-Bayyinah [98]: 6-8)

Masih mau ikut-ikutan, mari bangga sebagai seorang muslim dan menjadi muslim yang benar, bukan cuman islam ktp saja!

Mohon maaf kalau ada yang salah!  Waalahu’alamu bisshowwab

Comments
  1. ahmad fadhil
    • pendidikan islam
      • Robi
      • Ferdian
        • pendidikan islam
          • PRIMA
  2. agus
    • pendidikan islam
  3. Muslim Taat
    • ebhe92
  4. iswanda
  5. ebhe92
  6. lina
  7. mbah bejo
    • hamba ALLAH
      • JC
  8. hamba ALLAH
    • JC
  9. Joss Gandos
  10. LYA sby
  11. Risang
  12. liee
  13. CONGKLANG
    • pejuangga cinta
  14. hamba Allah

Tinggalkan Balasan ke Risang Batalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...