Inilah Caraku Membalas Budi Orang Yang Sudah Meninggal

Kita tentunya sangat sedih melihat orang yang kita sayangi dan yang kita cintai telah meninggalkan dunia, entah itu teman kita ataupun keluarga kita, atau bahkan orang lain yang telah pernah berbuat baik kepada kita.
ilustrasi kirim fatihah
Ini adalah cerita yang pernah terjadi dalam kehidupan saya pribadi selaku penulis :
“Ketika itu adik saya yang usianya masih 19 tahun telah meninggalkan saya karena kecelakaan, Lalu orang tua saya (Ibu) juga telah meninggal dunia namun saya belum bisa sempat membahagiakannya”
Kala itu saya berpikir bagaimana saya bisa membahagiakan adik saya yang telah dipanggil Allah swt lebih dulu, karena pada waktu kecil saya suka bertengkar dan menjahili adik saya, namun apa di kata, adik saya telah meninggal lebih duluan”
Maka caraku pada waktu itu untuk membahagiakan adik saya yang sudah dipanggil duluan adalah dengan Mengaji Yasin dan Tahlil tiap malam jum’at dan pahalanya saya niatkan buat adik saya, hal ini rutin saya lakukan sampai sekarang.
Namun ketika ibu saya juga telah meninggal dunia, saya rasa caranya tidak cukup hanya dengan membacakan yasin dan tahlil tiap malam jum’at, lalu yang saya lakukan adalah saya beramal jariyah ke masjid dan pahalanya saya niatkan buat ibu saya.
Tapi setelah saya pikir-pikir masih saja kurang cukup untuk membahagiakan mereka berdua hanya dengan membaca yasin,tahlil serta amal jariyah.
Hingga akhirnya saya temukan cara ketiga untuk membalas kebaikan mereka saya yang telah meninggal dunia, caranya yaitu dengan membacakan Surat Al-fatihah setiap saya ingat mereka.

  • Ketika saya melamun sendiri dan ingat mereka, saya bacakan fatihah
  • Ketika saya melihat seseorang mirip adik saya / ibu saya, saya bacakan fatihah
  • Ketika melihat orang lain meninggal dan teringat keluarga saya, lalu saya bacakan fatihah
  • Ketika saya senang lalu teringat keluarga saya yang telah meninggal, saya bacakan fatihah
  • Ketika saya sukses banyak uang lalu teringat mereka, saya bacakan fatihah
  • Ketika ingat kebaikan mereka, saya bacakan fatihah
  • Ketika saya makan enak lalu ingat mereka, saya bacakan fatihah
  • Ketika saya ingat masakan buatan ibu, saya bacakan fatihah

Pokoknya disetiap kesempatan saya teringat mereka, maka di saat itu pula saya langsung membaca surat al-fatihah buat mereka,  jadi intinya dengan cara yang ketiga ini saya bisa membahagiakan mereka berkali-kali dalam sehari dan cukup dengan surat al-fatihah saja (berbarengan dengan membaca surat alfatihah, tentunya selalu saya iringi dengan mendoakan untuk mereka). dengan metode cara ketiga ini membuat hati saya sedikit lega dan tidak terus menerus di rundung kesedihan

Hal ini juga saya terapkan pada orang yang saya sayangi, bukan hanya kepada keluarga kandung saja, tapi termasuk kepada teman dan bahkan orang lain yang tidak aku kenal.

Pernahkah anda mempunyai perasaan seperti ini “Hati sangat sedih dan tetesan air mata tak tertahan ketika melihat orang yang kita sayangi dan kita cintai (adik, teman, orang tua kita) telah meninggalkan kita lebih duluan, ” ? Jika kalian pernah merasakan yang sama seperti saya, maka semoga tips yang saya tulis ini bisa berguna dan bermanfaat ! dan jangan lupa untuk membagikan atau menshare artikel ini, siapa tahu berguna juga buat orang lain!

Pencarian Terkait
sifat wajib dan mus |biodata syekh Ali dari madinah |dalil atau syarat pencetakan al quran |pelajaran ilmu tasawuf |susunan surah dalam shalat tarawih |
Comments
  1. ramana
  2. Hamba Allah
  3. Abdullah

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...