Inilah Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist

Di Publikasikan 25 Feb 2013 // Oleh pendidikan islam // Kategori Artikel Islam //

Pada bab kali ini masuk-islam.com akan membahas mengenai Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist, Dalam surat Al Ahzab ayat 35 disebutkan beberapa sifat wanita shalihah, di antaranya yaitu; Taat, jujur, sabar, khusyu’, dermawan, suka berpuasa, memelihara kehormatannya dan banyak berdzikir kepada Allah swt.

wanita solehah

ilustrasi

Syaikh Abdul Halim mengatakan bahwa wanita-wanita shalihah adalah “ Qonitaat” ( orang yang taat ) dan “Hafizhaat” ( orang yang menjaga diri ) saat suami tidak ada.

Dalam pembahasan ini akan diterangkan mengenai beberapa dari sifat-sifat tersebut, dan yang lainnya akan diterangkan dalam bagian yang lain. Sifat-sifat/ cirri-ciri wanita sholihah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. MENJAGA SHOLAT 5 WAKTU
    Shalat adalah salah satu kewajiban umum yang telah Allah perintahkan kepada Umat Islam baik lelaki maupun perempuan. Nabi saw bersabda,” Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikannya, berarti ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama.” ( Hadit Riwayat Baihaqi )Seorang wanita shalihah meyakini bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa, sehingga tidak mungkin ia melalaikan shalatnya.Ia bukan hanya beristiqomah dalam menjalankannya, tetapi juga menjaga segala hal yang berhubungan dengannya. Ibnu Abbas r.a. berkata tentang maksud Surat Maryam: 59, atau Surah Al Maa’uun:4-5, bahwa melalaikan sholat bukan hanya meninggalkan sholat begitu saja, tetapi termasuk juga melalaikan waktunya, atau mengakhirkan waktunya dari waktu yang tepat.Jika maksudnya memang demikian, maka melalaikan waktu shalat juga termasuk kategori melalaikan sholat. Maka orang yang melalaikan waktu sholat ( tidak menjaga/ suka mengakhirkan waktu sholat ) pun akan mendapatkan balasan berupa “ ghayya’ ataupun neraka Wail.Allah telah memberi kemudahan bagi kaum wanita muslimah dalam menunaikan sholat, yang tidak disamakan seperti kaum lelaki.
    Bagi wanita, hanya ada dua aturan dalam melaksanakannya. Lebih ringan dan mudah, tetapi mempunyai ganjaran dan pahala yang sama besarnya dengan kaum lelaki. Ini adalah karena rasa kasih-Nya terhadap kaum wanita, demi terjaganya wanita dari segala fitnah. Kedua aturan itu adalah:

    • Lebih utama dilaksanakan di rumah.
      Sekali lagi, bahkan meskipun dilaksanakan di rumah dan hanya bersendirian, tetapi ia tetap akan mendapatkan pahala yang sama dengan kaum lelaki yang melaksanakan sholat berjamaah di masjid.
    • Dilaksanakan pada awal waktu.
      Nabi saw bersabda,” Amalan yang paling utama adalah sholat tepat pada waktunya.” Hadits ini ditujukan kepada kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan.
      Melalaikan waktu sholat dengan sengaja, berarti mengundang murka Allah atas dirinya. Nabi saw bersabda,” Tiga orang yang sholatnya tidak akan diterima oleh Allah swt yaitu:
    • Orang yang tidak sholat kecuali setelah lewat waktunya ( dengan sengaja ),
    • Imam yang tidak disukai oleh makmumnya,
    • Orang yang memperbudak orang merdeka.” ( Hadits Ibnu Majah ).
      Menjaga sholat pada waktunya menghasilkan keuntungan duniawi maupun ukhrawi. Dalam urusan duniawi, di antaranya; dijauhkan dari kesulitan rezeqi ketika di dunia. Empat keuntungan ukhrawi adalah:
    • Dihindarkan dari siksa kubur,
    • Diberikan buku catatan amalnya melalui tangan kanan,
    • Melewati jembatan shirat secepat kilat, dan
    • Masuk surga tanpa hisab.
      Rasulullah saw bersabda,” Jika seorang hamba sholat pada awal waktunya, maka naiklah sholat itu ke langit dengan diliputi nur hingga sampai ke Arsy, lalu ( nur ) itu memohonkan ampunan bagi orang yang sholat seperti itu sampai hari Kiamat, dan ia berkata,” Semoga Allah memeliharamu sebagaimana kamu memeliharaku.” Dan jika seorang hamba mengerjakan sholat tidak tepat pada waktunya, maka naiklah sholat itu ke langit dengan diliputi kegelapan. Dan ketika sampai di langit, sholat itu terlipat bagaikan baju yang rusak, kemudian dilemparkan kembali ke muka orang yang mengerjakannya.” ( Hadits Adz Dzahabi ).Orang-orang sholih pada jaman dahulu-seperti para shahabat sangat memperhatikan sholat pada awal waktu dengan sungguh-sungguh. Mereka akan sangat bersedih jika mereka tertinggal shalat pada awal waktu atau karena tertinggal shalat berjamaah.Az Zuhri rah.a bercerita,” Pada suatu ketika, aku masuk ke tempat Anas bin Malik r.a. di Damsyik dan kujumpai ia sedang menangis. Aku bertanya,’ Mengapa engkau menangis?’ Beliau menjawab,’ Aku tidak mengetahui sesuatu yang telah kudapatkan, kecuali shalat ini. Tetapi ternyata kini orang-orang telah mengabaikannya.’Al Kannany rah.a. menerangkan bahwa mengabaikan sholat yang dimaksud di sini adalah mengakhirkan waktunya, bukan meninggalkannya sama sekali. ( Bukhari )
  2. SENANG BERPUASA
    Allah swt berfirman,“ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa sebagaimana yang telah diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.” ( Al Baqarah: 183 )Rasulullah saw bersabda,” Segala kebaikan anak Adam dilipatgandakan pahalanya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah swt berfirman,’ Kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku memberikan pahala kepadanya karena ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku.’” ( HR Muslim ).
    Dalam hadits lain, beliau bersabda,” Puasa itu Junnah ( perisai ). Karena itu jika kamu sedang berpuasa, janganlah mengucapkan kata-kata yang buruk, keji dan yang membangkitkan syahwat. Dan janganlah ia mendatangkan hiruk pikuk, hangar binger.”Diriwayatkan bahwa puasa dan Al Qur’an akan memohon syafa’at bagi pelakunya kepada Allah, dengan berkata,” Ya Allah, aku telah menghalanginya dari makan dan memenuhi syahwat pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafa’at baginya.” Maka syafaat keduanya diterima oleh Allah swt. ( Hadits Riwayat Ahmad ).
    Wanita shalihah selalu menunaikan shaum Ramadhan dan puasa-puasa lainnya selama tidak dalam keadaan berhalangan.
    Puasa-puasa sunnah lainnya adalah; Puasa Arafah, Puasa ‘Asyura dan Tasu’a, Puasa 6 hari pada bulan Syawwal, Puasa Senin Kamis dan lain-lain.Imam Al Ghazali rah.a. menuliskan ada 3 tingkatan manusia dalam mengerjakan puasa:
    a. Hanya memenuhi syari’at, meninggalkan makan minum dan syahwat.
    b. Selain menahan dari makan dan minum dan syahwat, juga menahan lidah, pandangan dan anggota badan lainnya.
    c. Selain melakukan hal-hal di atas, hatinya juga betul-betul bertawajuh/ fokus hanya kepada Allah dan memeliharanya dari selain Allah. ( Ihya Ulumuddin )Dengan berpuasa akan mendidik kepada ketaqwaan, yaitu dengan belajar menahan hawa nafsu dan mentaati sepenuhnya hokum agama.
  3. ISTRI SHALEHAH BAGI SUAMINYA
    Ciri-ciri wanita yang terakhir adalah menjadi istri shalehahbagi suaminya, Imam Nawawi rah.a. dalam Kitab Syarah Uqudul Lujain, mengutip sabda Rasulullah saw tentang wanita penghuni surga. Beliau bersabda,” Empat wanita yang berada di surga, yaitu:

    1. Wanita yang memelihara dirinya, taat kepada Allah dan suami, serta sabar,
    2. Menerima apa yang ada walaupun sedikit bersama suaminya dan bersifat pemalu (malu auratnya kelihatan).
    3. Jika suaminya pergi, maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya. Jika suaminya berada di rumah maka ia menjaga lisannya dari menyakiti suami.
    4. Wanita yang ditinggal mati suaminya, sedangkan ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil lalu ia menahan dirinya, memelihara dan mendidik anak-anaknya, serta berbuat baik kepada mereka dan tidak menikah lagi karena takut menyia-nyiakan mereka.”

    Adapun 4 wanita yang berada di neraka adalah:

    1. Wanita yang jelek lisannya kepada suaminya. Jika suaminya pergi, ia tidak menjaga dirinya. Jika suaminya berada di rumah, ia menyakiti suaminya dengan ucapannya.
    2. Wanita yang membebani suaminya dengan bermacam-macam tuntutan, yang suami tidak mampu melakukannya.
    3. Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki-laki.
    4. Wanita yang sama sekali tidak mempunyai keinginan kecuali makan, minum dan tidur. Ia tidak memiliki gairah untuk mengerjakan shalat, untuk mentaati Allah, mentaati Rasul dan suaminya. Maka jika ada wanita memiliki sifat-sifat seperti ini, ia adalah wanita yang terlaknat dan ahli neraka, kecuali jika ia bertaubat.Demikianlah beberapa ciri-ciri utama wanita shalihah, sekaligus sebagai keistimewaan mereka dari Allah swt. Seandainya hal ini dipahami dengan benar, maka dengan sedikit bersusah payah dalam mentaati agama, seorang wanita shalihah dapat mendahului laki-laki shalih untuk memasuki surganya Allah swt.

Sekian dulu bahasan mengenai ciri-ciri wanita sholekhah, semoga buat para wanita pembaca setia masuk-islam.com bisa menjadi wanita yang shalekah dan istri sholehah bagi suaminya.
Wassalam Wr.Wb.

Sumber – dikutip dan diperbarui oleh masuk-islam.com dari forumbebas.com/thread-182550.html

Inilah Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist pendidikan islam 25 Feb 2013. Inilah Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist

Pada bab kali ini masuk-islam.com akan membahas mengenai Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist, Dalam surat Al Ahzab ayat 35 disebutkan beberapa sifat wanita shalihah, di antaranya yaitu; Taat, jujur, sabar, khusyu’, dermawan, suka berpuasa, memelihara kehormatannya dan banyak berdzikir kepada Allah swt. Syaikh Abdul Halim mengatakan bahwa wanita-wanita shalihah adalah “ Qonitaat” ( [...]

4.9 pendidikan islam

23 comments on “Inilah Ciri-Ciri Wanita Shalihah Berdasarkan Al-quran dan Hadist

  1. samsul hadi on said:

    stelah kita menikah , lebih utamakan panggilan ibu atau suami , manakah yg lebih didahului ?

    • Yogha on said:

      lebih didahulukan panggilan suami, pernah ada hadits mengenai hal ini yang isinya adalah jika istri lebih mendahulukan suami (mendahulukuan sesuatu yang baik pastinya) daripada ibu kandungnya, maka bersyukurlah ibu tersebut, karena beliau dijanjikan surga karena telah mendidik seorang putri yang mengetahui prioritas sesuai syariat Islam, kecuali jika suami melarang untuk memenuhi panggilan Ibunya sudah pasti hal ini diluar hadits tersebut.

  2. Assalamu”alaikum wr. wb… jika seorang muslimah ingin menunaikan sholat dimasjid ttp blm menikah… apa saja waktu2 sholat fardhu yg diperbolhkan sholat dimasjid… sedangkan dirumah tdk diadakan sholat berjamaah… saya pernh mmbaca arti ayat al qur”an disurat al baqoroh.. laksanakan sholat.tunaikan zakat dan rukuk lah bersama org2 yg rukuk… mhn penjelasannya… terima kasih

    • pendidikan islam on said:

      @wati–>waktu-waktu apa saja boleh untuk sholat fardhu di masjid dengan catatan masjid tersebut dekat dengan rumah kita

  3. nia assyahda on said:

    subhanallah indah sekali menjadi wanita shalihah :) syukran katsir buat ilmunnya.

  4. Bagaimana jika suami jarang sholat?

  5. bimbel online on said:

    subhanallah ya,,, sungguh indah jika menjadi istri sholehah…

  6. rebeca on said:

    Bagaimana ciri2 laki2 penghuni neraka? Apakah di Al Qur’amn & Hadist ada? Bagaimana hukumny seorang laki2 nikah siri “sebentar” trus cerai’in si wanita dng alasan menghindari zina agar tidak dosa??

    • pendidikan islam on said:

      @rebeca–>Islam mengajarkan untuk berpuasa jika tidak kuat menahan hawa nafsu. berkumpul dengan orang saleh dengan begitu kita akan disibukkan dengan ibadah dan lupa akan hal-hal yang tidak terpuji.
      Menikah adalah Ikatan untuk membentuk rumah tangga yang di ridhoi oleh allah, dan nikah bukan untuk cerai dan bukan untuk nafsu sesaat

  7. Abd. Basith on said:

    Ust. Artikelnya bagus-bagus, cuma kami bingung ketika membaca hadits yang hanya tertulis artinya. Mohon teks haditsnya menggunakan teks arab juga dan kami juga butuh rujukan haditsnya di kitab apa biar kami juga bisa membaca kitab tersebut.. Karya ust. bagus karna kami dapat ilmu yang insyaallah bermanfaat untuk kaum muslimin… amiieenn

  8. mr.bean on said:

    zaman sekarang wanita sholeh adalah wanita jadul produk lama sekarang yang lagi ngetrend wanita liberal,pandangan ini ironisnya diamini oleh banyak muslimah,tanya kenapa?

  9. nina on said:

    assalam mualaikum.gimana klow suami tdak sholat apa lagi tuk mengajari istri dan anak nya .sedangkan dya aja gak taw apa2 tentang islam .low memberi nafkah tuk istri kn emang kewajiban nya tapi low dya marah mesti selalu di ungkit2 mhon jwaban ny wassalam

    • pendidikan islam on said:

      @nina–>karena suami anda sudah tidak bisa menjadi imam yang baik,silahkan sholat istikharah untuk mengetahui gimana baiknya apakah diteruskan atau tidak!

  10. puji on said:

    aslm wr wb,,sya mw bertanya jka org yg akan kita nikah kan,pnya kbisaan yg sulit untuk merubah cntoh hal ya dia suka dekat dengan laki2x,,baik d facebook,twitr,bahkan sms dengan lawan jenis nya,,,,terims,aslmm

  11. sayajun on said:

    wanita yg prnh b.zina. bsa kh dia stlh b.tobt mndpt psngan yg soleh n mjd istri solehah???

    • pendidikan islam on said:

      insyaallah bisa, asalkan bertaubat dengan sebenarnya dan selalu berbuat amal ibadah atau kebaikan

  12. Nurdini on said:

    Subhanallah…. indah sekali

  13. woodcharcoalbbq on said:

    GoodPost

  14. Panji on said:

    Assalamu’alaikum maaf saya mau bertanya, manakah penulisan yang benar “Sholehah”, “Sholeha”, “Shalihah”, atau “Sholihah” Terimakasih sebelumnya, Wassalam

    • pendidikan islam on said:

      Tidak ada yang baku dalam penulisan bahasa indonesia, kalau ditanya mana yang benar tentunya tulisan arablah yang benar, jadi yang penting orang mengerti akan maksudnya tidak masalah dan tidak perlu diperdebatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

HTML tags are not allowed.