Inilah Hukum Berjualan Makanan di Bulan Ramadhan dan Tanya Jawabnya (Lengkap)

Bagaimanakah hukum berjualan makanan di siang hari bulan ramadhan ketika orang muslim sedang berpuasa ?
Hukum menjual makanan di siang hari (Warung Makan (termasuk di mall), tenda makan, gerobak makan, dan bukan Minimarket)

hukum jualan makanan di bulan puasa

ARTIKEL TELAH KAMI UPDATE, ARITKEL YANG SAYA CORET ADALAH ARTIKEL LAMA

JAWABAN :

Hukumnya adalah DOSA, (bukan berarti saya memvonis dosa , akan tetapi lebih kepada mengingatkan, daripada terjerumus kedosa maka ambil posisi aman, posisi hukum makruh dan mubah bukan posisi aman.
Dengan mereka berjualan di siang hari maka akan membantu orang berniat membatalkan puasa. Hal ini sesuai dengan pengalaman saya sendiri, ada beberapa teman saya yang membatalkan puasa gara-gara melihat sopir-sopir asik makan di warung. (gara-gara inilah berjualan di siang hari bisa mengacu ke mudharat (Dosa), dan kalau menurut saya juga bukan dosa kecil lagi, namun para penjual ini secara tidak langsung telah MEMBUAT BEBERAPA orang menjadi tidak berpuasa, bahkan bisa membuat orang tersebut ketagihan tidak berpuasa, karena ada yang memfasilitasi, siapa? yaitu yang jualan makanan di siang hari)
BAYANGKAN kalau tidak ada penjual makanan di siang hari, insyaAllah orang akan berpikir mending puasa, gak puasa juga gak ada orang yang jualan, apa yang dimakan(penjual akan MENDAPAT BEBERAPA pahala, karena secara tidak langsung ikut membuat seseorang berpuasa).
Apakah ada apa manfaat dari berjualan di siang hari ketika orang sedang puasa ? Saya yakin jawabannya adalah masalah uang dan menurut saya tidak ada nilai pahala kalau jualan siang hari. dan akhirnya terkuak bahwa semua dalangnya hanya satu yaitu masalah uang (takut fakir) dan memang benar ternyata takut fakir bisa menjerumuskan kepada kemungkaran (Perbuatan dosa).

Masak sih cuma pindah jam jualan saja dianggap memberatkan, PADAHAL tidak sampai 24 jam dan HANYA sebulan, BUKAN setahun.
dan kalau SAYA BALIK, Yang memberatkan itu jika dilarang jualan selama 24 jam, selama 11 bulan.

Catatan : Hukum  diatas tidak memaksa dan bukan bermaksud  untuk memaksa seseorang (karena ini menurut saya pribadi (Opini), bukan fatwa ataupun perda), Dilaksanakan Alhamdulillah, Tidak Dilaksanakan Juga Tidak Masalah

Kata Bang Napi : “Kejahatan bukan terjadi karena ada niat pelakunya tapi juga karena ada kesempatan, Waspadalah…waspadalah”
Kata Saya : Membatalkan Puasa/Tidak Berpuasa bukan terjadi karena ada niat pelakunya tapi juga karena ada kesempatan (Membuka warung di siang hari telah memberikan kesempatan untuk membatalkan puasa atau bahkan tidak ada niat berpuasa sama sekali) Waspadalah…waspadalah

Wallahu ‘Alamu Bissowwab

simak perdebatan kami dengan seorang penjual yang bandel untuk tetap berjualan di bulan puasa.

Tanya Jawab Seputar Hukum Jualan Makanan di Bulan Ramadhan!

  1. Saya menjual nasi kan saya khususkan untuk sopir-sopir truk yang bisa dianggap orang yang melakukan perjalanan jauh yang merupakan orang islam ?
    Jawaban : Itu hanyalah alasan anda, karena seorang musafir yang imannya kuat, ia tidak akan begitu saja membatalkan puasanya, Toh kalau memang dia benar-benar niat membatalkan puasa, seorang muslim yang baik tentunya akan menyiapkan bekal sebelum perjalanan,dan dia tidak akan membeli makanan di jalan karena malu sama Allah SWT.
    Jadi tidak ada alasan untuk membenarkan anda menjual makanan hanya untuk para sopir truk, justru jika anda tidak menjual makanan maka akan membangkitkan niat para sopir untuk puasa karena mereka yakin tidak ada yang menjual makanan dijalanan.
  2. Saya menjual makanan kan saya khususkan untuk orang sakit ?
    Jawaban : Apakah anda selalu menanyakan kepada setiap pembeli apakah dia sedang sakit? tentu tidak bukan. karena itu hanya alasan anda saja.
    Andaipun ada seorang muslim yang sakit, kalau memang dia adalah seorang muslim yang beriman tentu dia akan malu membeli makanan di tempat umum, dan dia lebih baik memasaksendiri daripada membeli.
  3. Saya kan menjual makanan hanya untuk orang yang bukan muslim ?
    Jawaban : Dilarang menjual makanan kepada orang kafir (Non Muslim) disiang hari pada bulan romadhon, meskipun ia tidak puasa, sebab menurut pendapat yang rojih ( unggul ) orang kafir juga dikhitobi ( diharuskan ) menjalankan hukum-hukum islam.
    Orang kafir itu mukhatabuna bi furu’i syariah. syariat-syariat ini tetap diarahkan kepada mereka, mereka tidak boleh melanggar. meskipun kita tidak diperkenankan melarang orang kafir untuk makan dan minum disiang hari pada bulan romadhon.
  4. Kan saya jualan warung saya tutupi dengan kain/kelambu/kordeng jadi saya kan menghormati orang yang berpuasa?
    Jawaban: Anda sudah niat berjualan makanan itu sudah dosa, jadi tidak ada alasan bagi anda untuk berjualan dengan tempat tertutup sekalipun!
  5. Jika menjual makanan di siang hari bulan Ramadhan diharamkan, lalu bagaimana solusi bagi orang yang profesinya menjual makanan di siang hari?
    Jawaban : Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan. Di antaranya, mengganti barang dagangan, misalnya menjual makanan mentah atau komoditas lain, memindah waktu berjualan, misalnya menjelang maghrib atau malam hari, atau jauh-jauh hari sudah menyiapkan tabungan yang dapat dipakai selama bulan Ramadhan, sehingga ia tidak perlu berjualan makanan ketika orang muslim sedang berpuasa pada bulan Ramadhan.

FATWA ULAMA : Diharamkan menjual makanan kepada orang yang diwajibkan menjalankan puasa jika ia tahu atau menyangka  bahwa makanan tersebut akan dikonsumsi pada siang hari karena hal ini dianggap membantu kemaksiatan. Adapun jika ia tidak tahu apakah makanan tersebut akan dikonsumsi pada siang hari atau tidak, maka hukumnya makruh dan lebih baik untuk tidak menjual makanan kepada orang tersebut.Karena itulah beberapa ulama’ mengeluarkan fatwa untuk menutup tempat-tempat penjualan makanan dan minuman selama bulan puasa.
Menyediakan makanan bagi yang tidak memiliki udzur adalah dosa dan termasuk saling membantu dalam dosa dan kemungkaran.

Tidak diperbolehkan menjual kepada kaum muslimin di saat mereka berpuasa karena khawatir itu akn membantu mereka untuk melakukan perbuatan kemaksiatan membatalkan puasa sementara mereka bukan orang-orang yang memiliki udzur. Dan tidak diperbolehkan dijual kepada orang kafir. Mungkin alasannya ini untuk orang nashara saja, tidak diperbolehkan. Mereka tidak diperbolehkan melanggar, namun karena mereka kafir segala amalannya tidak sah sama sekali.

Dan bagi mereka yang tidak ada udzur namun tidak puasa, maka renungkanlah hadits Rasulullah ini, “Puasa satu hari di bulan Ramadhan tidak dapat ditandingi dengan puasa satu tahun yang bukan di bulan Ramadhan”. Serta hadits qudsy, “Puasa adalah untuk-Ku (Allah) dan Aku (Allah) yang akan memberi pahala”. (Shahih Bukhari, VII, 27)

Kesimpulan : Jika anda memang benar-benar muslim sejati yang beriman, tentunya anda pasti memilih untuk banyak disibukkan dengan memperbanyak amal ibadah di bulan ramadhan, dan bukan disibukkan dengan masak-masak untuk berjualan ketika orang sedang berpuasa.
Ingat : Ramadhan setahun sekali manfaatkanlah sebaik mungkin, siapa tahu tahun depan anda tidak akan bertemu lagi dengan bulan ramadhan yang penuh berkah,rahmat dan ampunan serta terdapat kenangan mendalam di setiap ramadhan

WALLAHU ‘ALAMU BISSHOWWAB

Pencarian Terkait
hadits tentang masa lalu |hukum berjualan di bulan puasa |hadist tentang masa lalu |hukum berjualan makanan di bulan puasa |hadits tentang masa depan |hadits tentang masa lalu dan masa depan |jual beli yang sah tapi di larang |Hadits menjelaskan tentang masalalu |bolehkah berdagang makanan menggunakan air mentah |berjualan bubur bayi saat puasa |
Comments
  1. siti
    • Pendidikan Islam
  2. ririn
    • Pendidikan Islam
      • Irham Sya'roni
  3. Irham Sya'roni
    • Pendidikan Islam
      • Irham Sya'roni
        • Irham Sya'roni
        • Pendidikan Islam
          • Irham Sya'roni
          • Pendidikan Islam
  4. Yyudistio Ck
  5. Abu Wildan
  6. Rizki
  7. tegar
    • Pendidikan Islam
  8. Opi
  9. imam

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...