Inilah Perbeda’an Jin, Setan, dan Iblis (Lengkap)

Di Publikasikan 27 May 2013 // Oleh pendidikan islam // Kategori Artikel Islam //

Masuk-islam.com – Sudah tahukah anda pengertian Jin,Setan dan Iblis serta Perbedaan Jin, Iblis dan Syetan? Mari kita lihat pembahasan berikut ini!
pembahasan jin,setan dan iblis

A. Jin

Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa pengertian Jin menurut bahasa artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia.

Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ(15

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 – 15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

  • Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.
  • Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah berfirman,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

B. Setan

Kata syaithan, dalam bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti ba’uda (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran). Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap mahluk berakal yang durhaka dan membangkang (kullu ‘aat wa mutamarrid).

Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,

الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد

“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).

C. Iblis

Adapun Iblis terambil dari kata al-balas yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira ‘indah), atau terambil dari kata ablasa yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara).

Disebut iblis (putus asa) karena mereka merasa putus asa dengan rahmat Allah, juga disebut iblis lantaran mereka tidak pernah berbuat kebaikan sedikitpun. Menurut satu riwayat, dahulunya iblis ini bernama Naail, akan tetapi sejak ia membangkang dan menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, ia dirubah nama menjadi syaithan.

Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ

“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)

D. PERBEDAAN JIN, SETAN DAN IBLIS

Tidak semua jin adalah Setan (syaitan). Karena, jin juga ada yang shaleh, ada yang mukmin. Jadi setan hanyalah ditujukkan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst). Demikian juga tidak semua setan adalah jin. Karena dalam surat an-Nas ditegaskan, bahwa setan juga ada dari golongan manusia. Setiap manusia yang membangkang, durhaka dan selalu menjauhkan manusia lainnya dari petunjuk Allah, mereka dinamakan syaithan.

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.(al-Jin 72:11)

Dilihat dari struktur kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah, setan (syaitan) merupakan bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu) dia adalah laqab (gelar) yang diberikan Allah kepada setiap mahluk yang berakal (jin dan manusia) yang membangkang terhadap perintah Allah. Oleh karenanya penyebutan syaitan (setan) dapat dikenakan kepada jin dan manusia sebagaimana tersurat dalam ayat-ayat diatas.

Merujuk kepada kisah Adam dan Iblis dari ayat 12-20 surat al-‘Araf, gelar setan diberikan Allah untuk pertama kalinya kepada Iblis tatkala dia menyatakan alasan penolakan untuk sujud kepada Adam. Dan pada surat Thaha 20:117 , Allah memberi peringatan kepada Adam bahwa mahluk yang terkutuk itu akan menjadi musuh Adam dan Istrinya. Dan pada surat Yasin 36:60 , Allah menegaskan kembali gelar setan diberikan kepada musuh Adam tersebut dan dijadikan peringatan bagi anak cucu Adam. Berikut runtut ayat-ayat dimaksud yang artinya;
1. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”. (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim”. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. (Al-‘Araf 7:12-20)

2. Maka kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(Thaha 20:117)

3. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”, (Yasin 36: 60)

Kesimpulan : Jin yang ingkar kepada allah dinamakan setan, sedangkan makhluk yang pertama kali disebut setan adalah iblis, dengan kata lain :  iblis itu makhluknya sedangkan setan adalah sifatnya.

Itulah pembahasan lengkap mengenai Jin, Iblis dan Syetan, Semoga Bermanfaat!

Inilah Perbeda’an Jin, Setan, dan Iblis (Lengkap) pendidikan islam 27 May 2013. Inilah Perbeda’an Jin, Setan, dan Iblis (Lengkap)

Masuk-islam.com – Sudah tahukah anda pengertian Jin,Setan dan Iblis serta Perbedaan Jin, Iblis dan Syetan? Mari kita lihat pembahasan berikut ini! A. Jin Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa pengertian Jin menurut bahasa artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak [...]

4.9 pendidikan islam

12 comments on “Inilah Perbeda’an Jin, Setan, dan Iblis (Lengkap)

  1. akhmadrinaldy on said:

    setuju ane gan.
    soalnya hasil pemikiran ane itu bahwa allah itu menciptakan manusia dan jin.
    sedangkan syaitan adalah sifat manusia yang mengingkari allah.
    (makanya pada saat ramadhan kita sering denger bahwa syaitan itu dibelenggu)
    yah jelas karena pada saat puasa kita menahan hawa nafsu syaitan.
    sedangkan iblis ane setuju kutipan diatas bahwa iblis adalah jin yang ingkar dengan perintah allah.
    thanks.
    mudah-mudahan ilmunya bermanfaat.

  2. kupihitam on said:

    Mohon di koreksi untuk ayat di atas tentang perintah Allah kepada Iblis untuk sujud kepada Adam, Referensi yang benar adalah Surat Al-Kahfi ayat 50. Terima kasih

  3. Yang membingungkan iblis itu dari golongan Jin setan adalah sifat jin yang ingkar, yang jadi pertanyaan saya ketika iblis disuruh sujud kepada Adam… apakah bangsa Jin yang taat ada yg sujud gak .. mohon pencerahan

  4. I one on said:

    Syaithan selalu mengajak manusia mengikutinya, selalu membawa manusia ke arah maksiat dan melupakan Allah SWT sebagi penciptanya, Syaithan/Iblis selalu terbelenggu setiap saat apabila manusia selalu mengingat Allah bukan hanya di bulan Ramadhan saja, marilah kita sama2 meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dan selalu bersholawat kepada Rasulullah SAW.

  5. idris reyhan on said:

    itu penjelasan yg benar tentang jin,syaitan,iblis.

  6. Jual Tas Kamera Murah on said:

    Syetan itu apakah berwujud atau hanya sebuah sifat..

  7. sisil on said:

    Saya akan muallaf jika :
    1. Ayat qur’an yang membuktikan bahwa ismail adalah nabi yg dikurbankan oleh nabi ibrahim,
    2.Nabi muhammad saw adalah benar2 nabi yg ada urutan dan runutan, seperti sejarah nabi di kitab injil
    terimakasih, jangan marah dn tersinggung karena selama masih hidup kita harus banyak belajar hal2 yg baik
    Sisil

    • pendidikan islam on said:

      @sisil–>cukup mudah, silahkan anda baca dan pahami seluruh isi alquran, insyaallah anda akan diberikan petunjuk, karana semua dunia beserta isinya ada dalam alquran, mulai dari penciptaaan langit, bumi, manusia, sejarah para nabi dan lain sebagainya

    • Ist on said:

      coba deh googling pakai keyword “Muhammad SAW dalam kitab kitab suci Dunia”..

  8. saya pernah membaca buku bahwa iblis itu adalah tunggal.jin dan iblis itu sama” di ciptkan dari api. yg menjadi pertnyaan ny, kenapa iblis di sebut makhluk ny sedang kn syathan adlh sft ny..?? bukan ny iblis dan syaithan adalah berbeda. ? sedangkan di dalam buku yang pernh sya baca, iblis itu hanya tunggal,dan iblis jga bisa d katakan induk/pemimpin dari para jin .kecuali jin yg juga bisa berkembang biak dan mempunyai berbgai ragam suku seperti manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

HTML tags are not allowed.