Khitan Perempuan Dalam Islam (Lengkap)

Di Publikasikan 01 Apr 2013 // Oleh pendidikan islam // Kategori Artikel Islam, Dalam Islam //

khitan perempuanPada pembahasan sebelumnya masuk-islam.com telah memposting artikel mengenai khitan bagi laki-laki, bagi yang belum membacanya silahkan baca di sini www.masuk-islam.com/umur-26-tahun-belum-di-khitan-bagaimana-hukumnya-lengkap.html.
Untuk artikel kali ini akan membahas mengenai khitan bagi perempuan, langsung saja mari kita simak :

Apa yang dipotong dari khitan perempuan

Imam Mawardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada di atas vagina perempuan yang berbentuk mirip cengger ayam. Yang dianjurkan adalah memotong sebagian kulit tersebut bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Imam Nawawi juga menjelaskan hal yang sama bahwa khitan pada perempuan adalah memotong bagian bawah kulit lebih yang ada di atas vagina perempuan.

Hukum Khitan Untuk Perempuan

Hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.

Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist seputar khitan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya.

Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan dan tidak ada sunnah yang bisa dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khitan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.

Hadist paling populer tentang khitan perempuan adalah hadist Ummi ‘Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:”Wahai Umi Atiyah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya”. Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais. Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.

Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi’iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khitan bagi perempuan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khitan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri.

Namun pada penerapannya banyak kesalahan dilakukan oleh umat Islam dalam melaksanakan khitan perempuan, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memotong bagian alat vital perempuan. Seperti yang dikutib Dr. Muhammad bin Lutfi Al-Sabbag dalam bukunya tentang khitan bahwa kesalahan fatal dalam melaksanakan khitan perempuan banyak terjadi di masyarakat muslim Sudan dan Indonesia. Kesalahan tersebut berupa pemotongan tidak hanya kulit bagian atas alat vital perempuan, tapi juga memotong hingga semua daging yang menonjol pada alat vital perempuan, termasuk clitoris sehingga yang tersisa hanya saluran air kencing dan saluran rahim. Khitan model ini di masyarakat Arab dikenal dengan sebutan “Khitan Fir’aun”. Beberapa kajian medis membuktikan bahwa khitan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psikologis, seperti menyebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualnya. Bahkan sebagian ahli medis menyatakan bahwa khitan model ini juga bisa menyebabkan berbagai pernyakit kelamin pada perempuan.

Seandainya hadist tentang khitan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam menghitan anak perempuan. Larangan dari Rasulullah s.a.w. secara hukum bisa mengindikasikan keharaman tindakan tersebut. Apalagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khitan perempuan bisa menimbulkan dampak negatif, maka bisa dipastikan keharaman tindakan tersebut.

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kontemporer menyatakan bahwa apabila tidak bisa terjamin pelaksanaan khitan perempuan secara benar, terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan yang masih bayi, yang pada umumnya sulit untuk bisa melaksanakan khitan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaiknya tidak melakukan khitan perempuan. Toh tidak ada hadist sahih yang melandasinya.

Kapan Waktu khitan

Waktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak bisa terpenuhi.

Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh seytelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khitan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.

Apa Manfaat Khitan Bagi Perempuan?

DR. Al-Bar dalam makalahnya, dalam sebuah pembahasan tentang khitan perempuan kepada al-Majma’ al Fiqhy pada Rabithah al “Alam al Islamy di Makkah al Mukarramah mengatakan, khitan yang disebutkan oleh al-sunnah mengandung banyak manfaat. Ada beberapa hikmah khitan perempuan, antara lain:

1) Khitan dapat menstabilkan/menetralisir nafsu seks laki-laki dan perempuan yang dikhitan.
2) Khitan dapat mencegah timbulnya aroma yang tidak baik yang timbul dari cairan/kotoran yang tertahan di bawah qulf (yang menutupi penis dan colum yang menutupi klitoris).
3) Khitan dapat mencegah infeksi saluran kencing.
4) Khitan dapat mencegah infeksi pada vagina.

Sedangkan manfaat khitan dari tinjauan syariah adalah:
1) Mengikuti syariat Allah dan sunnah Nabi Saw
2) Thaharah (suci)
3) Menetapkan pengganti yang sesuai untuk memerangi adat kebiasaan yang tidak sesuai dengan syariah dan mendatangkan dharar.
4) Meninggikan syiar ibadah, bukan adat istiadat.
5) Memelihara aspek social dan kejiwaan yang timbul akibat meninggalkan khitan.

Itulah antara lain manfaat khitan perempuan. Bohong besar, jika khitan perempuan dikatakan tidak ada manfaatnya. Percayalah dengan hadits Rasulullah Saw: khitan perempuan yang dilakukan tidak dengan berlebihan, hanya memotong sedikit, dapat menjadikan wajah lebh ceria dan membahagiakan suami.

Walimah Khitan

Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil pendapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu :
1) Walimatul Urush untuk pernikahan;
2) Walimatul I’dzar untuk merayakan khitan;
3) Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak;
4). Walimah Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebutan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi;
5) Walimah Naqi’ah untuk merayakan kadatangan seseorang dari bepergian jauh, tapi yang menyediakan orang yang bepergian. Kalau yang menyediakan orang yang di rumah disebut walimah tuhfah;
6) Walimah Wakiirah untuk merayakan rumah baru;
7) Walimah Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana; dan
8) Walimah Ma’dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak dianjurkan. Namun demikian secara eksplisit imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.
Sekian pembahasan mengenai khitan perempuan, semoga bisa bermanfaat! Wassalam Wr.Wb

Sumber : http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1158
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/22/22851/khitan-perempuan-justru-untuk-menyenangkan-suami-mencegah-kanker/

Khitan Perempuan Dalam Islam (Lengkap) pendidikan islam 01 Apr 2013. Khitan Perempuan Dalam Islam (Lengkap)

Pada pembahasan sebelumnya masuk-islam.com telah memposting artikel mengenai khitan bagi laki-laki, bagi yang belum membacanya silahkan baca di sini www.masuk-islam.com/umur-26-tahun-belum-di-khitan-bagaimana-hukumnya-lengkap.html. Untuk artikel kali ini akan membahas mengenai khitan bagi perempuan, langsung saja mari kita simak : Apa yang dipotong dari khitan perempuan Imam Mawardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada [...]

4.9 pendidikan islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

HTML tags are not allowed.