Kisah Christian Gonzales Masuk Islam – Adzan Shubuh Membuatnya Masuk Islam

christian gonzalesBiodata
Nama lengkap : Cristian Gérard Alfaro Gonzáles
Tanggal lahir : 30 Agustus 1975 (umur 38)
Tempat lahir : Montevideo, Uruguay
Tinggi: 1.77 m (5 ft 10 in)
Posisi bermain : Striker

Christian Gonzales awalnya berasal dari keluarga Katolik yang taat. Meski begitu, ia merasa mendapatkan hidayah. Hati kecilnya sempat berbisik, bahwa ia harus memeluk agama Islam.

Delapan tahun sejak menikah dengan perempuan Islam bernama Eva Nurida Siregar di Uruguay 1995 silam, ia mulai terketuk untuk mempelajari agama itu. Tepatnya, saat Christian bermain di PSM Makassar tahun 2003.

“Di dekat mess-nya PSM itu ada masjid, dia selalu dengar azan. Awalnya dia pikir itu orang nyanyi, terus mulai tanya-tanya.

Setiap Subuh, meski tak ikut melaksanakan sholat, pemain Timnas sepakbola Indonesia itu ikut bangun. Christian juga sering takjub melihat istrinya berwudhu dan sholat dengan mukena putih.

“Menurutnya Islam itu suci banget. Sebelum menghadap Allah kita harus wudhu, pakai mukena. Kalau dia ke gereja biasanya pakai baju biasa saja. Itulah yang membuat Christian akhirnya tertarik,” lanjut Eva.

Dari situ, mulailah, perempuan yang pernah menekuni salsa di Amerika Latin itu menceritakan sedikit demi sedikit tentang agamanya. Pria asal Uruguay itu juga kerap mencari tahu sendiri lewat buku-buku Islam. Sampai akhirnya, tepat pada tanggal 9 Oktober 2003, Christian memutuskan sepenuh hati masuk agama Islam.

“Saya tidak pernah memaksa Gonzales masuk Islam”. Ungkap Eva “Kadang-kadang setelah saya baca buku tentang ajaran Islam, saya simpan buku itu di meja dan Christian diam-diam membacanya, maka dia kemudian tau bagaimana sikap suami terhadap istrinya dalam Islam dan bagaimana sikap istri terhadap suaminya” Lanjutnya mengenang saat pertama kali tinggal di Indonesia bersama Gonzales.

Nama Islam Christian Gonzales

christian gonzales masuk islamGonzales kata Eva, mengucapkan dua kalimat syahadat dua kali. Pertama, di Masjid Al-Akbar Surabaya, di bawah bimbingan Ustad Mustafa. Kedua di Kediri, dan ia mendapat ‘ijazah’ sebagai mualaf. Namanya pun di-Islam-kan, dari Christian Gerard Alfaro Gonzales menjadi Mustafa Habibie. Mustafa diambil dari nama ustad yang membimbingnya, sedangkan Habibie berarti cinta. Ia pun mulai belajar mendalami agama bersama beberapa guru spiritual.

Tak lama setelah masuk Islam, bukannya menerima berkah, Christian Gonzales justru mengalami banyak cobaan. “Empat tahun yang lalu itu ujiannya wow banget. Dia kena sanksi, pernah di-skors, nggak digaji selama lima bulan lebih. Mau jadi warga negara Indonesia juga dia nggak bisa pulang selama lima tahun padahal adiknya sedang ada musibah. Keluarganya ada yang koma sehingga kita harus kirim uang. Saya sendiri saat itu sedang hamil, sampai harus tetap ngajar salsa untuk menunjang hidup. Ke dokter aja kita susah,” beber Eva mengisahkan tahun-tahun kelamnya.

Untunglah, selama sekitar setahun masa-masa berat itu, Christian Gonzales tak sedikit pun mengeluh. Eva pun selalu mengingatkan, semua hanyalah ujian karena ia muallaf. Mereka yakin, tidak ada yang bisa membantu selain Allah. Karena itu, keduanya justru semakin mendekatkan diri pada agama. “Kami ke pondok, ikut istighosah. Pokoknya semua kegiatan berbau agama,” kata Eva lagi.

Akhirnya, doa mereka didengar Tuhan. Setelah serentetan cobaan, pasangan yang kini dikaruniai 4 anak itu mulai mendapat titik terang. Karier Christian Gonzales pun mulai naik, ia mencetak banyak gol dan menjadi top skor selama lima tahun berturut-turut. Bahkan, penyerang handal itu pernah didapuk sebagai pemain termahal di Indonesia menurut Badan Liga Indonesia. “Orang tua Abang makin senang. Dari awal memang mereka mendukung apapun keputusan anaknya, termasuk untuk memilih agama Islam. Karena makin sukses dalam karier, mama mertua saya pun makin bahagia,” Eva melanjutkan.

Saat menjalankan ibadah Umroh selama 8 hari. Eva mengakui, lagi-lagi mendapat keajaiban. “Kami dikasih kemudahan memegang hajar aswad, mencium ka’bah. Dari Masjidil Haram yang isinya ribuan orang, kami seperti dikasih jalan kecil ke Ka’bah. Nggak pakai desak-desakan,” ujarnya.

Dengan pengalaman yang membuat merinding itu, Eva menyebutkan suaminya sangat ingin bisa kembali ke tanah suci. “Tas-nya sudah di-pak. Kalau ada yang ngajak sewaktu-waktu, tinggal berangkat,” imbuhnya.

Kalau puasa, dia memang jarang makan. Cuma masih sering lupa, misalnya suapin anak makan, dia ikut incipin. Jadi pernah batal juga,” seloroh sang istri.

Setiap puasa, ia tak pernah lepas dari air zam-zam dan roti. “Kalau nggak dari Mekkah biasanya aku belikan di Tanah Abang,” ungkap Eva.
pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99 merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.

Yang jelas, setelah berbagai hikmah religi yang mereka alami selama
bertahun-tahun, Christian Gonzales dan Eva semakin mencintai agama yang menyatukan mereka. Mereka pun tak pernah lupa untuk berbagi. Mereka kerap mengundang anak yatim piatu, bahkan pernah ikut merenovasi sebuah masjid di Mojosari.

“Bukan membangun, masjid itu sudah ada sejak kami datang. Tapi kami merenovasinya, sampai-sampai masjidnya diberi nama Al-Ghozali. Ghozali sama Gonzales kan nggak jauh-jauh ya,” ujar Eva lagi. “Kami nggak punya mobil mewah, tapi kami ingin punya rumah mewah di surga,” pungkas perempuan kelahiran Pekanbaru itu.

Itulah sekelumit cerita christian gonzales masuk-islam

Pencarian Terkait
doa sebelum adzan |doa sebelum azan |agama cristian gonzales |doa mau adzan |bacaan doa sebelum adzan |agama gonzales |doa mau azan |gonzales mualaf |doa ketika mau adzan |doa sblm adzan |
Comments
  1. Bennzena
  2. wahok
  3. Rusman

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...