Mengenal Makna Ayat Muqathaah

Mengenal Makna Ayat-Ayat Potong
Di dalam al-Qur’an ada beberapa surat yang diawali oleh ayat muqathaah (ayat potong), yaitu ayat- ayat yang bersambung dengan tidak memiliki makna yang jelas di dalam bahasa Arab yang umum.
Biasanya ayat-ayat ini terdapat di awal surat, atau istilahnya sebagai mafatihus suwar (pembuka-pembuka surat).

Contoh yang paling sering kita dengar adalah ayat potong alif lam mim, yang terdapat pada surat al-Baqarah ayat 1. Ayat yang pendek ini ternyaka memiliki arti yang sulit dimengerti jika hanya mengandalkan bahasa Arab biasa. Adapun para ulama tafsir berbeda pendapat tentang apa maknanya, hanya saja yang paling kuat insyaaAllah adalah pendapat bahwa hanya Allah saja yang mengetahui makna yang sebenarnya dari ayat tersebut.

Adapun jumlah ayat muqathaah (ayat potong) itu sendiri cukup banyak, yakni ada 14 jenis ayat potong berbeda. Yang populer adalah “alif laam miim”, “aliif laam miim raa”, “yaa siin”, “tha haa”, “qaaf”,  dan lain sebagainya. Dan untuk kesemuanya, banyak di antara ulama tafsir yang menyatakan bahwa maknanya tidak diketahui dengan pasti dan hanya Allah semata yang mengetahui tafsirnya dengan baik dan benar. Karenanya kita sebagai manusia tidak perlu menelisik maknanya lebih dalam lagi.

Hikmah di Balik Ayat Potong
Al-Quran seluruhnya adalah petunjuk dan hikmah, karenanya tidak mungkin jika ada ayat yang tidak memiliki hikmah di dalamnya. Termasuk ayat-ayat potong tersebut di atas, walau tidak diketahui makna pastinya akan tetapi tentu ada hikmahnya. Di antara hikmah yg bisa diambil dari terdapatnya berbagai ayat potong di dalam al-Quran antara lain:
• Untuk menunjukkan awal surat, karena ayat-ayat potong tersebut kesemuanya adalah di awal surat. Sehingga jika seseorang membacanya dia tahu bahwa dia telah masuk ke dalam surat yang baru yang berbeda dengan  sebelumnya.
• Supaya menarik perhatian orang musyrik yang sebelumnya tidak mau membaca atau mendengarkan al-Quran, dengan mendengar atau membaca ayat yang mengherankan dan tidak dikenal kata-katanya sebelumnya maka tentu manusia menjadi heran dan tertarik, selanjutnya barulah menjadi ingin untuk meneliti lebih jauh
• Sebagai mukjizat al-Quran, dikarenakan sebelumnya tidak pernah ada yg semisal, artinya manusia tidak bisa mendatangkan yang semisal al-Quran ini walaupun hanya potongan kata- kata yang serupa saja.

Demikian beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari terdapatnya ayat-ayat potong di dalam al-Quran, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *