Pembahasan Lengkap Mengenai Mandi Wajib (Mandi Junub / Janabat)

Di Publikasikan 14 Okt 2012 // Oleh pendidikan islam // Kategori Bersuci //

A. Pengertian Mandi Wajib

mandi junubMandi Wajib dalam agama Islam adalah Mandi untuk Menghilangkan Hadast Besar, Yaitu dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari atas kepala hingga ujung kaki. Hadast besar adalah hadas yang disebabkan karena bersetubuh, keluar air mani, haid,nifas dan melahirkan.
Mandi Seprti ini disebut juga dengan Mandi Junub, atau Mandi Janabat atau Mandi Besar, Orang Indonesia Kadang Menyebutnya dengan Mandi Keramas.
Hukum Mandi Wajib adalah Wajib

B. Penyebab Mandi Wajib

Sebab-sebab yang mengharuskan untuk mandi wajib adalah sebagai berikut :

  1. Bersetubuh (Jimak) atau Berhubungan Suami Istri (Walaupun tidak keluar air mani)
    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شَعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الغُسْلُ وَإِنْ لَمْ يَنْزِلْ“Apabila seseorang duduk di antara empat anggota badan (istrinya), lalu bersungguh-sungguh memperlakukannya (yaitu jima’), maka ia wajib mandi, sekalipun tidak mengeluarkan (air mani).” (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 152 dan Muslim I:271 no: 384).
    Makna jima’ di sini adalah masuknya bagian ujung kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita. Dan makna “masuk” adalah masuk dan tidak kelihatan lagi. Apabila seorang laki-laki memasukkan ujung kemaluannya ke dalam kemaluan wanita hingga tidak terlihat lagi maka laki-laki dan wanita itu wajib mandi, baik keluar air mani maupun tidak.
  2. Keluar Air Mani (Baik karena bersetubuh, mimpi, imajinasi, ataupun sebab lainnya)
    bahwa keluarnya mani yang disertai rasa nikmat mewajibkannya untuk mandi, baik itu dalam keadaan tidur maupun tidak. Ini merupakan pendapat para fuqaha secara umum. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Ummu Sulaim pernah bertanya:
    يَارَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحي مِنَ الحَقِّ هَلْ عَلَى المَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ اِحْتَلَمَتْ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: نَعَمْ إِذَا رَأَتْ المَاءَ
    “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran (maka aku pun tidak malu untuk bertanya): Apakah wanita wajib mandi bila bermimpi? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,“Ya, apabila ia melihat air mani setelah ia bangun.” (Muttafaqun Alaih).
    Para ulama menyebutkan ciri-ciri air maniadalah sebagai berikut:

    • Keluar dengan memancar.
    • Saat keluar terasa nikmat
    • Memiliki bau yang khas. Jika sudah kering maka baunya seperti bau telor dan jika basah maka baunya seperti bau adonan.
    • Ketika keluar tubuh menjadi lemas.
    • Air mani laki-laki itu berwana putih dan kental, sedangkan bagi wanita berwarna kuning dan encer.

    Maka perlu diketahui juga bahwa jika air mani keluar saat tidur maka wajib mandi, baik ada tanda-tanda di atas maupun tidak, sebab orang yang tidur terkadang tidak merasakannya. Ini sering terjadi apabila seseorang bangun dan menemukan bekas air mani, padahal dia tidak merasa bermimpi.

  3. Mati yang bukan mati syahid (orang yang mati syahid tidak wajib dimandikan)
  4. Selesai Haid (Menstruasi) yaitu keluarnya darah dari rahim wanita setelah berusia 9 tahun setipa bulan
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
    فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي وَصَلِّيْ
    “Jika telah tiba masa haidhmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah.” (HR. Bukhari)
  5. Selesai Nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan
    Nifas adalah darah yang keluar pada saat persalinan, baik keluar sebelum persalinan, yaitu selama dua atau tiga hari ataupun setelah persalinan dengan dibarengi rasa sakit. Adapun dalil kewajiban mandi karena nifas adalah karena ia salah satu jenis haid. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyebut haid dengan kata nifas. Beliau bersabda kepada ‘Aisyah Radhiyallahu anha yang sedang haidh,
    لَعَلِّكِ نَفِسْتِ
    “Barangkali saja engkau nifas.” (Muttafaqun ‘alaih)Makna “nifas” di sini adalah haidh karena ‘Aisyah tidak pernah melahirkan anak sehingga ‘Aisyah tidak mengalami nifas. Akan tetapi hadist ini dapat digunakan sebagai dalil bahwa nifas sama dengan haid yang berarti hukum-hukum seputar nifas sama dengan haidh, salah satunya berkaitan dengan wajibnya mandi bagi wanita seusai nifas sebagaimana hal itu juga diwajibkan bagi wanita seusai masa haidh.
  6. Melahirkan
  7. Masuk Islamnya orang kafir
    Apabila orang kafir masuk islam maka dia wajib mandi, baik dia adalah kafir asli atau kafir murtad.Kafir asli adalah dari awal hidupnya tidak beragama Islam, seperti orang Yahudi, Nasrani, Budha dan semisalnya.Kafir murtad adalah orang Islam yang keluar dari agama, -kita memohon keselamtan kepada Allah-. Seperti orang yang meninggalkan shalat atau meyakini bahwa Allah memiliki sekutu (dzat yang setara dengan-Nya), atau menyeru Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar beliau menolongnya dalam kesulitan, atau menyeru orang lain agar dia menolongnya dalam suatu perkara yang tidak mungkin dilakukan kecuali oleh Allah semata.Adapun dalil wajibnya mandi karena memeluk agama Islam adalah sebagai berikut:Pertama: Hadist Qais bin Ashim,
    عَنْ قَيْسِ بْنِ عَاصِمٍ أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍوَسِدْرٍ
    “Dari Qais bin Ashim Radhiyallahu Anhu bahwa ia masuk Islam, lalu diperintah oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 128, Nasa’I I: 109, Tirmidzi, II:58 no: 602 dan ‘Aunul Marbud II: 19 no: 351).Orang yang masuk Islam berarti mensucikan batinnya dari najis kemusyrikan. Maka, sangat baik sekali bila lahirnya dia sucikan dengan mandi.

C. Doa Mandi Besar / Mandi Wajib

Secara umum bacaan doa untuk mandi besar atau mandi wajib adalah sebagi berikut :

doa mandi besar
NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”
Namun ada juga kalangan yang harus menambah dengan penyebabnya, seperti mandi wajib karena junub atau karena haid, berikut adalah bacaan doanya :

  1. Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI MINAL JANABATI FARDHOL LILLAHI TA’ALA
    Artiya: Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala
  2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI MINAL HAIDI FARDHOL LILLAHI TA’ALAArtinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala
  3. Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niyat mandi besarnya adalah
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI MINAN NIFASI FARDHOL LILLAHI TA’ALA
    Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala

Terserah anda mau pakai yang mana, mau doa mandi besar yang lengkap atau yang umum yaitu tanpa menyebutkan penyebab mandi besar tersebut!

D. Rukun Mandi Wajib

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada 3 hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok:

  1. Niat.
    Bacaan Niat Mandi Wajib adalah sebagai berikut:
    NAWAITUL GHUSLA LIROF’IL HADASIL AKBARI FARDHOL LILLAHI TA’AALAA
    Artinya “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’aala”
  2. Menghilangkan Najis Kalau Ada di Badan
    Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah. Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya.Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.
  3. Meratakan Air Hingga ke Seluruh Badan (Dari ujung Rambut Sampai ujung kaki)
    Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air.Sedangkan pacar kuku dan tato, tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit, sehingga tetap sah mandinya, lepas dari masalah haramnya membuat tato.

E. Sunnah Mandi Wajib

Sunnah-sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah:

  1. Membaca basmalah.
  2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air
  3. Berwudhu, seperti wudhu ketika hendak shalat. .
  4. Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.
  5. Mendahulukan anggota kanan daripada anggota kiriWallahu a’lam bishshawab,
    عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ
    Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

F. Larangan-Larangan Bagi Yang Sedang Berhadast Besar

  1. Larangan Bagi yang sedang ber-junub,adalah:
    1. Melaksanakan shalat, baik sholat wajib maupun sholat sunnat.
    2. Melakukan thawaf di Baitullah.
    3. Memegang Kitab Suci Al-Qur’an.
    4. Membawa atau menyentuh Kitab Suci Al-Qur’an.
    5. Membaca Kitab Suci Al-Qur’an.
    6. Berdiam diri di masjid.
  2. Larangan Bagi mereka yang sedang haid
    1. Melaksanakan salat, baik sholat wajib maupun sunnah.
    2. Melakukan thawaf di Baitullah.
    3. Memegang Kitab Suci Al-Qur’an.
    4. Membawa atau menyentuh Kitab Suci Al-Qur’an.
    5. Membaca Kitab Suci Al-Qur’an.
    6. Berdiam diri di masjid.
    7. Bersetubuh (Hubungan Suami Istri)
    8. Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat (pusar) dan lutut.
    9. Berpuasa baik sunnat maupun fardlu.
    10. Dijatuhi talaq (cerai).
Kata kunci : pengertian bersetubuh | cara mandi keramas | mandi keramas | sholat sebelum bersetubuh | Doa keramas | Mimpi mandi keramas | arti mimpi mandi keramas |
Pembahasan Lengkap Mengenai Mandi Wajib (Mandi Junub / Janabat) pendidikan islam 14 Okt 2012. Pembahasan Lengkap Mengenai Mandi Wajib (Mandi Junub / Janabat)

A. Pengertian Mandi Wajib Mandi Wajib dalam agama Islam adalah Mandi untuk Menghilangkan Hadast Besar, Yaitu dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari atas kepala hingga ujung kaki. Hadast besar adalah hadas yang disebabkan karena bersetubuh, keluar air mani, haid,nifas dan melahirkan. Mandi Seprti ini disebut juga dengan Mandi Junub, atau Mandi Janabat atau Mandi [...]

4.9 pendidikan islam

3 comments on “Pembahasan Lengkap Mengenai Mandi Wajib (Mandi Junub / Janabat)

  1. Tri Triyan on said:

    Mandi junub sangatlah penting bagi orang yg sudah baligh sebagai syarat syahnya ibadah. artikel di atas sepertinya hanya menurut kebiasaan saja tanpa didasari oleh tuntunan hadist yang jelas.
    menurut tuntunan yg pernah saya pelajari melalui hadist, Insya Alloh sohih mengenai mandi junub sbb:
    - Membersihkan anggota badan sekitar kemaluan dg air
    - Berwudlu dengan membaca Bismillah (bukan bacaan niat “nawaitu wuddlu..dst karena bacaan tsb tidak ada dlm hadist melainkan hanya karangan manusia saja) kemudian diakhiri dg membaca salawat
    - kemudian membasahi rambut sampai kulit kepala dengan jari jari tangan hingga rata sebanyak 3x
    - Kemudian menyiram kepala dengan ke dua tangan 3x (ada hadist yg menyebutkan, siraman pertama di baguan kanan kepala, siraman kedua di bagian kiri kepala dan ketiga di tengah kepala)
    kemudian mandi dg membasahi seluruh anggota tubuh

  2. galih on said:

    apa mandi junub bisa menghilangkan hadas karena meminum-minuman beralkohol?

    • pendidikan islam on said:

      minuman beralkohol bukanlah hadas, akan tetapi minuman haram, cara pembersihannya adalah dengan taubat tidak akan lagi minum-minuman keras

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.