Pembahasan Puasa Rajab Lengkap

Bab kali ini masuk-islam.com akan membahas lengkap mengenai puasa rajab, mulai dari pengertian puasa rajab, dalil manfaat puasa rajab, dalil perintah puasa rajab, dan hukum puasa rajab.

puasa rajab

A. Pengertian Puasa Rajab

Puasa rajab adalah puasa yang di lakukan di bulan rajab, yaitu bulan ketujuh dalam penanggalan Islam, dan dua bulan menjelang bulan suci Ramadhan

B. Dalil Manfaat Puasa Rajab

Di awal kitabnya yang berjudul Izhharul ‘Ajab fii Bida’i Syahri Rojab hal. 7-28, ‘Uqail bin Zaid Al-Muqthiry -hafizhohullah- menyebutkan 29 hadits mengenai keutamaan bulan Rajab, 20 hadits di antaranya berkenaan dengan keutamaan berpuasa di bulan Rajab. Akan tetapi semua hadits-hadits tersebut beliau hukumi sebagai hadits yang lemah -tidak ada satupun yang shohih-, bahkan tidak sedikit di antaranya yang merupakan hadits palsu. Berikut kami akan nukilkan sebagian di antaranya:

  1. Dari Abu Sa’id Al-Khudry -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “…Barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab karena keimanan dan mengharap pahala, maka wajib (baginya mendapatkan) keridhoan Allah yang terbesar”.
    Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata dalam Al-Maudhu’at (2/206), “Ini adalah hadits palsu atas Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam-“.
    Dan hadits ini juga dinyatakan palsu oleh As-Suyuthy dalam Al-La`alil Mashnu’ah2 (2/114), Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ajab, dan Ibnu Qoyyim dalam Al-Manar hal. 95.
  2. Dari Anas -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab, Allah akan menuliskan baginya (pahala) puasa sebulan. Barangsiapa yang berpuasa 7 hari di bulan Rajab, Allah akan menutup baginya 7 pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa 8 hari di bulan Rajab, Allah akan membukan baginya 8 pintu surga. Barangsiapa yang berpuasa setengah bulan dari bulan Rajab, Allah akan menetapkan baginya keridhoan-Nya, dan barangsiapa yang Allah tetapkan untuknya keridhoan-Nya maka Dia tidak akan menyiksanya. Dan barangsiapa yang berpuasa Rajab sebulan penuh, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah”.
    Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits yang tidak shohih”, dan beliau menyebutkan bahwa di dalam sanadnya ada rowi yang bernama Aban –dan dia adalah rowi yang ditinggalkan haditsnya (arab: Matruk)- dan ‘Amr ibnul Azhar –sedang dia adalah seorang pembuat hadits palsu-.
    Semisal dengannya dinyatakan oleh As-Suyuthy dalam Al-La`alil (2/115).
  3. Dari ‘Ali –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa satu hari darinya –yakni dari bulan Rajab- maka Allah akan menuliskan baginya (pahala) berpuasa 1000 tahun”.
    Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits yang tidak shohih”. Di dalam sanadnya ada rowi yang bernama Ishaq bin Ibrahim Al-Khotly, seseorang yang diangap pemalsu hadits. Oleh karena itulah hadits ini dinyatakan palsu oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Imam As-Suyuthy.
  4. Dari Abu Dzar –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, maka (nilai puasanya) setara dengan puasa sebulan …”.
    Di dalam sanadnya terdapat Al-Furot ibnus Sa‘ib, Ibnu Ma’in berkata tentangnya, “Tidak ada apa-apanya (arab: Laisa bisyay‘in)”, Al-Bukhary dan Ad-Daruquthny berkata, “Ditinggalkan haditsnya (arab: Matruk)”. Dan hadits ini dihukumi palsu oleh As-Suyuthy –rahimahullah- dalam Al-La`alil (2/115).
  5. Dari Al-Husain bin ‘Ali radhiallahu Ta’ala ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa yang menghidupkan satu malam dari Rajab (dengan ibadah) dan berpuasa satu hari (darinya), maka Allah akan memberi dia makan dari buah-buahan surga dan Allah akan memakaikan dia sutra dari surga …”.
    Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits palsu, yang tertuduh memalsukannya adalah Hushoin”. Imam Ad-Daruquthny berkomentar tentang orang ini, “Dia sering membuat hadits (palsu)”.
  6. Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Kamis, Jum’at, Sabtu di setiap bulan haram3, maka akan dituliskan baginya ibadah 700 tahun”.
    Al-Hafizh Ibnu Hajar –rahimahullah- berkata, “Kami meriwayatkannya dalam Fawa`id Tammam Ar-Rozy dan di dalam sanadnya terdapat rowi-rowi yang lemah dan yang tidak dikenal”.
  7. Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu-, secara marfu’, “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah sungai yang bernama Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum kepadanya dari sungai tersebut”.
    Hadits ini dari jalan Manshur bin Zaid dari Muhammad ibnul Mughirah, Adz-Dzahaby berkata tentang Manshur, “Tidak dikenal dan haditsnya4 batil”. Dan Ibnul Jauzy berkata –setelah membawakan hadits ini dalam Al-‘Ilalul Mutanahiyah (2/555)-, “Hadits ini tidak shohih, di dalamnya ada rowi-rowi yang majhul, kami tidak mengetahui siapa mereka”.
  8. Dari Abu Hurairah –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam tidak pernah berpuasa setelah Ramadhan kecuali pada bulan Rajab dan Sya’ban”.
    Berkata Al-Hafizh, “Ini adalah hadits yang mungkar dikarenakan Yusuf bin ‘Athiyyah, dia adalah (rowi) yang sangat lemah”.
  9. Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Aku diutus sebagai nabi pada tanggal 27 Rajab, barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka hal itu merupakan kaffarah (penghapus dosa) selama 60 bulan”.
    Al-Hafizh –rahimahullah- berkata, “Kami meriwayatkannya dalam Juz min Fawa`id Hannad An-Nasafy dengan sanad yang mungkar”.
    Dan dalam hadits ‘Ali secara marfu’, ” … Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu dan berdo’a ketika dia berbuka maka hal itu merupakan kaffarah selamah 10 tahun”.

C. Dalil Perintah Puasa Rajab

Tak satupun ditemukan hadits shahih mengenai perintah puasa rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada prelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan rajab maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa rajab dan ibadah lainnya di bulan rajab” (Syarah Nawawi ala shahih Muslim)

D . Hukum Puasa Rajab

Seperti yang telah kita ketahui bahwa hanya ada 1 puasa yang hukumnya wajib yaitu pusaa ramadhan, jadi semua puasa yang selain puasa ramadhan adalah hukumnya sunnah.

Tidak ada larangan berpuasa di bulan rajab, sebagaimana tidak dilarang berpuasa pada bulan-bulan lainnya. Hanya saja tidak boleh meyakini ada keutamaan khusus padanya, kecuali keutamaan puasa secara umum.

E. Kesimpulan Tentang Puasa Rajab

Meski tidak ada dalil yang jelas mengenai perintah puasa rajab, serta banyak hadist yang dianggap dha’if (berstatus kurang kuat) bagi sebagian ulama, namun hadits tersebut masih bisa digunakan untuk memotivasi diri sendiri dalam memperbanyak ibadah di bulan Rajab ini, salah satunya adalah dengan puasa Rajab.

Selain sebagai bentuk ibadah dan menambah amalan di bulan Rajab, berpuasa juga bisa memberikan Anda berbagai manfaat kesehatan. Manfaat yang utama adalah untuk membersihkan racun dari dalam tubuh. Selama berpuasa sistem pencernaan akan beristirahat, sehingga tubuh bisa kembali fokus untuk menyembuhkan, memperkuat, dan memperbaiki organ internal, serta menurunkan berat badan, Tak hanya itu, para ahli kesehatan juga menyebutkan berbagai manfaat puasa seperti memperbaiki kualitas tidur, sistem pencernaan, mengurangi rasa cemas, meningkatkan sistem imun, serta menjaga kesehatan mulut dan gigi. Bahkan kabarnya, puasa secara teratur juga bisa memperpanjang usia manusia.

Penelitian terbaru bahkan menyebutkan bahwa berpuasa dua kali seminggu bisa menyehatkan jantung. Menurut peneliti, ketika seseorang berpuasa tubuhnya akan secara alami membakar lemak, meningkatkan metabolisme, dan menurunkan zat kimia penyebab stres.

Jadi jangan takut untuk melakukan puasa Rajab. Selama diniatkan untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT, berpuasa tentu bisa memberikan banyak berkah dan manfaat.

Demikianlah pembahasan mengenai puasa di bulan rajab yang dapat kami sampaikan, mohon dikoreksi kalau ada yang salah!

Pencarian Terkait
manfaat puasa rajab |cari gambar pahala bulan rajab |puasa 1 rajab |pahala puasa rajab |malam 1 rajab |kata kata bulan rajab |Kata kata berpuasa di 1rajab |kata kata berpuasa di 1 rajab |gambar 1 rajab |puasa 27 rajab |

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...