Pembahasan Rujuk Lengkap (Pengertian Rujuk, Rukun Rujuk, Syarat Rujuk dan Cara Rujuk)

Pelajaran kali ini adalah tentang rujuk, pada pembahasan terdahulu kami sudah bahas mengenai pernikahan, cerai, dan iddah,  kali ini kami akan membahas lengkap tentang rujuk, mulai dari pengertian rujuk, rukun rujuk, syarat rujuk, cara rujuk, dalil rujuk, dll.
rujuk

A. Pengertian Rujuk

Rujuk menurut bahasa artinya kembali, sedangkan menurut istilah adalah kembalinya suami kepada istri yang telah dicerai dan masih berada dalam masa iddah dengan aturan tertentu.
Apabila telah habis masa iddahnya dan ingin kembali bersatu (suami isteri) maka harus dilaksanakan akad nikah yang baru.

Bila sesorang telah menceraikan istrinya, maka ia dibolehkan bahkan di anjurkan untuk rujuk kembali dengan syarat keduanya betul-betul hendak berbaikan kembali (islah). Dalam KHI pasal 63 bahwa Rujuk dapat dilakukan dalam hal:
a. Putusnya perkawinan karena talak, kecuali talak yang telah jatuh tiga kali atau talak yang di jatuhkan qabla al dukhul.
b. Putus perkawinan berdasarkan putusan pengadilan dengan alasan atau alasan-alasan selain zina dan khuluk.

B. Dalil Tentang Rujuk

Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka(para suami) itu menghendaki islah”. (Q.S.Al-Baqarah:228)
“Apabila mereka telah mendekati akhir masa iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik dan lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu.” (Q.S. At-Thalaq: 2)

C. Hukum Rujuk :

Berikut ini adalah beberapa hukum rujuk :

  1. Wajib, terhadap suami yang mentalak salah seorang isterinya sebelum dia sempurnakan pembagian waktunya terhadap isteri yang ditalak.
  2. Haram, apabila terjadinya rujuk itu mempunyai tujuan untuk menyakiti isteri.
  3. Makruh, kalau dengan adanya perceraian itu lebih baik dan bermanfaat.
  4. Jaiz (boleh), ini adalah hukum rujuk yang asli.
  5. Sunnah, jika suami bermaksud memperbaiki keadaan isterinya atau dengan rujuk itu akan lebih bermanfaat dan berfaidah kepada keduanya.

D. Rukun Rujuk

Rukun merupakan sesuatu yang harus terpenuhi, berikut adalah 4 rukun rujuk:
1. Suami yang merujuk
2. Istri yang dirujuk
3. Ucapan yang menyatakan rujuk
4. Saksi

E. Syarat Rujuk

Rujuk adalah salah satu hak bagi laki-laki dalam masa idah. Oleh karena itu ia tidak berhak membatalkannya, sekalipun suami missal berkata: “Tidak ada Rujuk bagiku” namun sebenarnya ia tetap mempunyai rujuk. Sebab allah berfirman: Artinya: Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa penantian itu”. (al-Baqarah:228)
Berikut ini adalah 4 syarat-syarat rujuk :

  1. Istri yang dirujuk sudah pernah digauli, jika istri yang telah di cerai belum pernah di setubuhi, maka tidak sah untuk rujuk, tetapi harus dengan perkawinan baru lagi.
  2. Belum Habis Masa Iddah
  3. Talaknya raj’i bukan talak tiga
  4. Istri bersedia di rujuk
  5. disunnahkan ada saksi/tidak harus

F. Cara Melakukan Rujuk

Cara melakukannya rujuk ada dua cara,
1. Secara Tertulis – dengan surat : yang ditulis suaminya sendiri tetapi tidak dibaca dianggap sebagai kategori kinayah, artinya harus ada niat suami pada saat menulis surat tersebut.
2. Dengan ucapan ( sighat )

G. Lafadz / Ucapan Rujuk

Ucapan rujuk ada dua :
1. Ucapan sharih, : ucapan yang tegas dan jelas maksudnya, misalnya : “aku kembalikan kau pada nikahku”, “aku rujuk engkau”, “aku terima kembali engkau”.
2. Ucapan kinayah, : ucapan yang tidak tegas maksudnya, misalnya : “aku nikahi engkau”, “ aku pegang engkau”. Pada yang bersifat kinayah ini disyaratkan memiliki niat dari suami. Disyaratkan ucapan tersebut tidak berta’liq ( menggantung) seperti ucapan : “ kurujuk engkau jika engkau mau”, hal semacam ini tidak sah walaupun istrinya mau, begitupula merujuk berbatas waktu seperti ucapan : “ kurujuk engkau sebulan”.

SYARAT UCAPAN RUJUK :

Berikut dibawah ini adalah syarat supaya ucapan itu bisa sah:
a. Lafaz yang menunjukkan maksud rujuk, misalnya kata suami “aku rujuk engkau” atau “aku kembalikan engkau kepada nikahku”.
b. Tidak bertaklik, tidak sah rujuk dengan lafaz yang bertaklik, misalnya kata suami “aku rujuk engkau jika engkau mahu”. Rujuk itu tidak sah walaupun ister mengatakan mau.
c. Tidak terbatas waktu, seperti kata suami “aku rujuk engkau selama sebulan

H. Hikmah Rujuk

1) Dapat menyambung semula hubungan suami isteri untuk kepentingan kerukunan numah tangga
2) Membolehkan seseorang berusaha untuk rujuk meskipun telah berlaku perceraian.
3) Membolehkan seseorang berusaha untuk rujuk meskipun telah berlaku perceraian.

Akhirnya selesaiah bab tentang rujuk, semoga dapat menambah ilmu pengetahuan kita!

Pencarian Terkait
pengertian sighat |sighat adalah |pengertian rujuk |arti sighat |pengertian sigat |sigat adalah |syarat rujuk |rukun rujuk |sighat artinya |pengertian sighot |
Comments
  1. agus

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...