Pemisahan Langit dan Bumi Dalam Al-quran

Masuk-islam.com – Bagaimanakah penciptaan langit dan bumi dalam alquran, berikut adalah ayat tentang penciptaan langit dan bumi :

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30)

penciptaan langit dan bumi
Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

TEORI BIG BANG

Big Bang adalah salah satu teori yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta.
Teori ini menyatakan “bahwa alam semesta ini terbentuk dari ledakan dahsyat yang disebut Big Bang (Dentuman Besar) yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun lalu.
Ledakan ini melontarkan materi dalam jumlah sangat besar ke segala penjuru alam semesta.
Materi-materi ini kemudian yang kemudian mengisi alam semesta ini dalam bentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid/meteor, energi, dan partikel lainnya dialam semesta ini.

Penjelasan diatas adalah bunyi dari teori big bang,  sekali lagi bahwa peristiwa big bang mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan.

Teori Big Bang merupakan teori yang telah dibuktikan secara ilmiah, meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq”. Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta.

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuknKetika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain.

Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

Sumber : dikutip serta diperbarui oleh masuk-islam.com dari id.harunyahya.com/id/works/102183/Pemisahan-langit-dan-bumi

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *