Pengertian Akidah Akhlak

Di Publikasikan 13 Sep 2012 // Oleh pendidikan islam // Kategori Aqidah Akhlak //

gambar akidah akhlakMasuk-islam.com – Aqidah akhlak biasanya dihubungkan dengan perilaku serta pedoman yang menuntun umat Islam dalam berperilaku. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perlakuan khusus, hal tersebut sangat dibutuhkan agar generasi penerus umat Islam dapat memiliki tata laku yang baik.

Dengan demikian, sebelum kita berlanjut pada pemahaman aqidah akhlak secara global serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, ada baiknya jika kita juga memahami kajian tersebut secara etimologis.

Pengertian Aqidah

Aqidah adalah bentuk jamak dari kata aqaid. Aqaid merupakan beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya dalam hati, mendatangkan ketentraman, serta menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikit pun keragu-raguan di dalamnya.

Secara etimologi, aqidah berarti credo, yakni keyakinan hidup. Sementara itu, secara khusus, aqidah dapat diartikan sebagai kepercayaan dalam hati,
diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.

Jika dilihat dari arti etimologisnya, aqidah sama halnya dengan keimanan karena keduanya sama-sama berpedoman terhadap keyakinan yang harus dibuktikan secara lisan dan perbuatan.

Dalam menjalani aqidah yang baik, diperlukan keimanan yang kuat. Begitu juga dengan keimanan. Semakin besar keimanan seseorang, maka aqidah yang dimilikinya pun harus semakin sempurna sesuai dengan syariat Islam.

Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti dan wajib dimiliki oleh setiap manusia. Kepercayaan akan sebuah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal dan fitrah. Kebenaran yang disematkan dalam hati, dan berusaha menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran tersebut.

Oleh sebab itu, dalam menerapkan hukum Islam, diperlukan pemimpin yang benar-benar memiliki aqidah akhlak yang mulia karena keduanya tidak luput dari tingkat keimanan seseorang.

Aqidah akan sangat berpengaruh terhadap setiap keputusan yang diambil oleh para penganut agama Islam. Dengan aqidah yang baik, maka keputusan yang diambil pun akan semakin dekat dengan peraturan agama Islam.

Akan tetapi, semakin rendah tingkat aqidah atau keyakinan seseorang, maka keputusan yang diambil dalam menjalani kehidupan pun akan semakin jauh dari hukum atau syariat yang ditetapkan agama Islam.

Pengertian Akhlak

Secara etimologis, akhlak adalah bentuk jamak dari kata khulaq yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Selain itu, akhlak juga dapat diartikan sebagai perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik yang bersifat terpuji (akhlakul karimah) maupun yang bersifat tidak terpuji (akhlakul mazmumah).

Nabi Muhammad SAW diutus sebagai nabi terakhir, penyempurna dari nabi-nabi sebelumnya, dengan tujuan untuk memperbaiki akhlak manusia. Sebagaimana beliau pernah bersabda, “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad. Disahihkan Asy Syaikh Al Bani dalam Ash Shahihah No.45)

Begitu pentingnya akhlak sehingga akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah SAW, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751)
Aqidah Akhlak

Pengertian aqidah akhlak sendiri sangatlah luas. Namun, dari pengertian sebelumnya maka dapat kita simpulkan bahwa aqidah akhlak merupakan kepercayaan yang diyakini kebenarannya di dalam hati, yang diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan yang terpuji sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Hadits.

Aqidah dan akhlak merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Maka, menjaga aqidah akhlak merupakan hal penting bagi kita. Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain dengan mempelajari ilmu-ilmu yang menyangkut aqidah akhlak, hal-hal yang dapat merusak aqidah akhlak, menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak aqidah akhlak dan mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari.

Mengingat begitu pentingnya aqidah akhlak ini, maka sebagian sekolah
mulai memasukkan aqidah akhlak ini ke dalam mata pelajaran di sekolah. Karena usia anak-anak sekolah merupakan usia yang labil, di mana perlu ditanamkan sejak dini agar mereka mempunyai aqidah yang baik dan akhlak yang terpuji.

Aqidah dan akhlak selalu disandingkan sebagai satu kajian yang tidak bisa lepas satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan sebelum kita melakukan suatu akhlak, maka kita terlebih dahulu meniatkannya dalam hati (aqidah).

Semakin baik aqidah seseorang, maka semakin baik pula akhlak yang diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, semakin buruk tingkat keyakinan aqidah seseorang, maka akhlaknya pun akan sebanding dengan aqidah yang dimilikinya.
Aplikasi Aqidah Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari

Sama seperti ilmu lainnya, kajian aqidah akhlak juga memiliki tendensi yang kuat untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jika disuruh memilih, lebih baik tidak tahu makna aqidah dan akhlak secara etimologis daripada tidak tahu cara beraqidah dan berakhlak yang baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita sering bertemu dengan orang yang secara fisik atau penampilan tidak memperlihatkan aqidah dan akhlak yang baik. Atau bahkan kita sering pula menemukan seseorang yang berpenampilan Islami secara kaffah sehingga asumsi yang muncul dalam pikiran kita adalah positif.

Hal tersebut sebenarnya bukanlah tolak ukur yang tepat untuk bisa mengetahui sejauh mana aqidah dan akhlak seseorang itu dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa saja, seorang preman yang kita temui berpenampilan slengean, namun memiliki aqidah dan akhlak yang lebih baik dibandingkan dengan haji yang sudah berkali-kali mengunjungi tanah mekah namun memiliki kesombongan yang sungguh taktertandingi.

Hal tersebut disebabkan oleh perumpamaan semakin padi berisi, maka ia akan semakin merunduk. Jika seseorang memiliki keimanan yang kuat, maka ia tidak akan memperlihatkan keimanan tersebut dengan cara memamerkannya.

Sementara itu,orang yang tingkat keimanannya masih secuil, ia akan senantiasa memamerkan keimanan yang secuil itu sebagai bukti bahwa dirinya sudah beriman.

Oleh karena itu, sebelum kita melakukan sesuatu, maka kita juga harus memikirkan dampak yang muncul akibat perbuatan kita tersebut.

Kembali pada permasalahan utama yang tadi sudah kita bahas, ada seseorang yang secara penampilan tidak mendukung dirinya untuk dianggap sebagai seorang yang berakhlak baik. Namun pada kenyataannya, orang tersebut justru sangat sopan santun terhadap orang lain serta selalu berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain.

Berbeda dengan orang yang merasa dirinya telah beriman, ia bisa seenaknya menghakimi orang lain hanya karena penampilan yang dimilikinya lebih islami
dibandingkan dengan orang-orang sekelilingnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemenuhan perilaku aqidah dan akhlak yang baik tidak dapat dinilai oleh manusia secara fisik. Sama halnya dengan sifat ikhlas yang sulit untuk dilihat.

Namun, kedua hal tersebut memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama bisa dirasakan oleh orang lain. Dan orang yang memiliki hati yang suci pulalah yang bisa merasakan ketulusan seseorang yang berakhlak mulia.

Sebagai contoh, kita bisa mengambil suri tauladan para nabi yang beraqidah dan berakhlak mulia. Para nabi memiliki kemampuan, pengetahuan, serta perilaku yang sangat baik di hadapan umat manusia dan di hadapan Allah.

Akan tetapi, orang-orang kafir justru sering menganggap kebaikan tersebut sebagai sesuatu yang bernilai negatif. Ada yang menganggap perilaku para nabi sebagai topeng kebaikan yang menutupi kejahatan hati mereka, ada pula yang memfitnah mereka dengan cara yang keji agar orang-orang tidak mengikuti jejak aqidah akhlak yang baik dari para nabi tersebut.

Orang-orang seperti ini tentu saja akan kita temui juga dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, untuk terhindar dari masalah yang tidak diinginkan ketika hendak melakukan akhlak yang baik, terlebih dahulu kita harus memiliki aqidah yang baik pula.

Jika kita sudah memiliki aqidah yang baik, maka hati kita pun akan terbebas dari segala ancaman dari luar dan dari dalam diri kita. Kita tidak akan mudah terhasut untuk menjadi sedih atau marah kendati pun orang lain menganggap apa yang kita lakukan sebagai sesuatu yang negatif.

Oleh sebab itu, sebagai muslim yang baik, kita perlu mengkaji secara rutin bagaimana seyogyanya kita beraqidah akhlak dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak menimbulkan celaan atau fitnah buruk di kalangan masyarakat sekeliling kita.

Referensi :anneahira.com

Kata kunci : contoh akhlak terpuji | contoh akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari | contoh akhlak dalam kehidupan sehari-hari | contoh ahlak terpuji | pengertian akidah akhlak | pengertian aqidah akhlak | akhlak terpuji dalam islam |
Pengertian Akidah Akhlak pendidikan islam 13 Sep 2012. Pengertian Akidah Akhlak

Masuk-islam.com – Aqidah akhlak biasanya dihubungkan dengan perilaku serta pedoman yang menuntun umat Islam dalam berperilaku. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perlakuan khusus, hal tersebut sangat dibutuhkan agar generasi penerus umat Islam dapat memiliki tata laku yang baik. Dengan demikian, sebelum kita berlanjut pada pemahaman aqidah akhlak secara global serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, [...]

4.9 pendidikan islam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.