Pengertian Sholat Rawatib Dan Cara Mengerjakannya (Lengkap)

Di Publikasikan 30 Sep 2012 // Oleh pendidikan islam // Kategori Sholat //

A.Pengertian Sholat Rawatib

sholat rawatibSholat Rawatib adalah sholat sunat yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu (sholat lima waktu).

Sholat sunnat rawatib yang dikerjakan SEBELUM sholat fardhu dinamkan sholat sunnat Qobliyah

Sholat sunnat rawatib yang dikerjakan SESUDAH sholat fardhu dinamkan sholat sunnat Ba’diyah

Ditinjau dari segi Kepentingannya Sholat Rawatib dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

  1. Sholat Sunnat Rawatib Mu’akkad (Sangat Dianjurkan untuk dikerjakan )
    Sholat sunat rawatib mu’akkad ada 10 sampai dengan 12 rakaat :

    • 2 rakaat sebelum shalat shubuh
    • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat zhuhur
    • 2 atau 4 rakaat sesudah shalat zhuhur
    • 2 rakaat sesudah maghrib
    • 2 rakaat sesudah isya’
  2. Sholat Sunnat Rawatib Ghoiru Mu’akkad (Dianjurkan untuk dikerjakan)
    Adalah shalat sunnah rawatib yang kurang ditekankan. Adapun yang ter-masuk shalat sunnah rawatib ghairu muakkad adalah sebagai berikut :

    • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, boleh dikerjakan dengan satu kali salam atau dua kali salam)
    • 2 rakaat sebelum shalat maghrib
    • 2 rakaat sebelum shalat isya’

B. Dasar Hukum (Dalil) Mengerjakan Sholat Rawatib

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata:

حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)

Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ

“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR. Al-Bukhari no. 1183)

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang menjaga shalat qobliyah Zhuhur sebanyak empat raka’at dan ba’diyah Zhuhur empat raka’at, maka Allah mengharamkan baginya neraka.” (H.R. Imam Ahmad)

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka’at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga.” Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dari Ummu Habibah. Dikeluarkan pula oleh At Tirmidzi dengan sanad yang hasan dan ditambahkan dalam riwayat tersebut shalat sunnah rawatib empat raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at setelah Zhuhur, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah Isya’, dan dua raka’at sebelum Shubuh.

C. Bacaan Niat Sholat Rawatib

Bacaan niat Sholat rawatib pada dasarnya hampir sama dengan bacaan sholat fardhu, kita tinggal menambahkan saja di akhir niat dengan “Qobliyatan lillahi ta’ala (jika dikerjakan sebelum sholat fardhu) atau Ba’diyatan Lillahi Ta’ala (jika dikerjakan sesudah sholat fardhu)” dan “fardhol” diganti dengan “sunnata”, untuk lebih jelasnya silahkan lihat dibawah ini :

Berikut adalah bacaan niat sholat rawatib qobliyah dan ba’diyah

  • Bacaan Niat Qobliyah Sebelum shalat zhuhur:

    USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK’ATAINl QABLIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA,
    Artinya:Aku (niat) shalat sunat qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
  • Bacaan Niat Ba’diyah Sesudah shalat zhuhur:

    USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK’ATAINl BA’DIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya:”Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
  • Bacaan Niat Qobliyah Sebelum shalat ashar:

    USHALLHSUNNATAL’XSHRIRAK’ATAMQABLIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya:” Aku (niat) shalat sunat qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
  • Bacaan Niat Qobliyah Sebelum shalat maghrib :

    USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAINl QAB-LIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya: “Aku (niat) shalat sunat qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta’ala”
  • Bacaan Niat Ba’diyah Sesudah shalat maghrib :

    USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAIN BA’DIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya:”Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
  • Bacaan Niat Qobliyah Sebelum shalat isya:

    USHALLII SUNNATAL ‘ISYAA’I RAK’ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHITA’AALAA.
    Artinya:”Aku (niat) shalat sunat qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’alar
  • Bacaan Niat Ba’diyah Sesudah shalat isya:

    USHALLII SUNNATAL ‘ISYAA’I RAK’ATAINI BA’DIY-YATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya:”Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
  • Bacaan Niat Qobliyah Sebelum shalat subuh:

    USHALLII SUNNATASH SHUBHI RAK’ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI TA’AALAA.
    Artinya:”Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
Kata kunci : sunah muakad | niat shalat sunnah rawatib muakkad | shalat sunnah rawatib muakkad | shalat sunnah rawatib muakkad dan ghoiru muakkad | macam-macam shalat sunnah dan tata cara mengerjakannya | niat shalat rawatib muakkad | shalat rawatib muakkad |
Pengertian Sholat Rawatib Dan Cara Mengerjakannya (Lengkap) pendidikan islam 30 Sep 2012. Pengertian Sholat Rawatib Dan Cara Mengerjakannya (Lengkap)

A.Pengertian Sholat Rawatib Sholat Rawatib adalah sholat sunat yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu (sholat lima waktu). Sholat sunnat rawatib yang dikerjakan SEBELUM sholat fardhu dinamkan sholat sunnat Qobliyah Sholat sunnat rawatib yang dikerjakan SESUDAH sholat fardhu dinamkan sholat sunnat Ba’diyah Ditinjau dari segi Kepentingannya Sholat Rawatib dibagi menjadi 2 bagian yaitu : Sholat [...]

4.9 pendidikan islam

13 comments on “Pengertian Sholat Rawatib Dan Cara Mengerjakannya (Lengkap)

  1. Pingback: Macam-Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Penjelasannya | Situs Pendidikan Islam

  2. putri on said:

    sayang artikelnya g bisa dicopas pdhl ini perlu bwt hapalan, klo bc sekali lewat g bs nangkep

  3. pagaralam on said:

    Artikel-artikel di situs ini sangat bermanfaat, semoga Alloh swt membalas se-besar2 nya amal kebaikan antum sekalian, Insya Alloh.
    Sayang nya untuk sholawat tarhim ngak bisa didownload dari link yg diberikan.

  4. Irwan Supriyadi on said:

    aku butuh kopas, kalo download pdf buka-nya lewat internet lg didepan computer, kalo bisa dicopas kan bisa mempelajari dimanapun,

    • pendidikan islam on said:

      @irwan supriyadi –>kalo buka pdf gak harus pake internet, buka dimana saya juga bisa, pdf ato copas sama saja

  5. Ikhsan on said:

    Sayang diakhir artikel terdapat tulisan membaca niat.
    Apakah ada dalilnya hal tersebut bung? hati-hati, karena penambahan perkara baru dalam hal Agama adalah Sesat (BID’AH).

  6. sari spentidu on said:

    thanks atas infox prku jd selesai

  7. Rateka Lee on said:

    niat tempatnya di hati, bukan lisan; meski “ushali” di atas dibaca di dalam hati. tidak ada satu riwayat pun yang menjelaskan hal tersebut, bahwa nabi saw maupun sahabat membaca niat dengan lafaz seperti itu. kalau memang ada, mengapa tidak disertakan dalam artikel? padahal hukum-hukum shalat dijabarkan lengkap. wallahu alam bissawab.

  8. abdullah on said:

    assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
    adakah hadits tentang bacaan niat-niat shalat rawatib tersebut diatas?
    dan boleh minta sumber haditsnya?

  9. ahmad alfin mersaprawijaya on said:

    assalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuu..
    Apakah boleh solat rawatib badiyatan dilaksanakan sebelum azan berkumandang??

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.