Puasa Hendaknya Sahur Walaupun Sedikit Aja, Supaya Berbeda!

Makan sahur biasanya membuat kita malas, disamping malas untuk bangun, terkadang juga jam segitu membuat kita tidak berselera makan, pokoknya ogah-ogahan deh.
Bagi anda yang males-malesan bangun untuk sahur karena hukumnya sunnah, tidak berdosa jika tidak dilakukan, tapi perhatikan dulu deh 2 hadits di bawah ini :

gambar malas sahur

Hadist Yang Pertama
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya: Makan sahurlah kalian; karena sesungguhnya sahur itu barakah.

Tidak diragukan lagi bahwa sahur itu bernilai ibadah dan barakah, karena Rasulullah –shallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan akan hal itu.

Hadist yang Kedua
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: Perbedaan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab (Yahudi & Nasrani) terletak pada makan sahur

Kesimpulan yang dapat kita ambil:
Setelah kita melihat 2 hadis diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa sahur :

  • Sahur Mengandung Barokah, Keberkahan yang terdapat pada ibadah sahur tidak seharusnya terlewatkan begitu saja, bahkan setiap muslim seharusnya menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan menyantap sedikit makanan atau beberapa butir kurma atau minum susu, yang tentunya akan menguatkan aktifitas ubudiyah dan dunianya pada siang hari.
  • Dengan sahur maka akan membedakan puasa kita dengan puasanya orang yahudi dan nasrani

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya menyantap makan sahur meskipun sedikit, seperti beberapa butir kurma atau yang lain. Dan kalau tidak memungkinkan atau tidak berselera maka minumlah susu atau minimal minum air putih meskipun beberapa teguk saja, dan juga dengan sahur supaya puasa kita berbeda dengan puasanya orang nasrani dan yahudi yang tidak perlu sahur

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...