Sholat Tahajud (Pengertian, Tata Cara dan Keutamaannya)

Di Publikasikan 02 Okt 2012 // Oleh // Kategori Sholat //

A. Pengertian Sholat Tahajud

Masuk-islam.com - Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, dimulai setelah isya hingga terbit fajar atau menjelang subuh, dan setelah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar,hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam makna “Tahajud” yaitu “Bangun dari Tidur”.
Jadi syarat untuk melaksanakan sholat tahajud adalah “telah tidur sebelumnya” walau sebentar.
Hukum Sholat Tahajud adalah sunnat Mu’akkad yaitu sangat dianjurkan, sebab menurut hadist nabi sholat yang paling utuma dikerjakan setelah sholat fardhu adalah sholat tahajud.
Jumlah Rakaat Sholat Tahajud minimal 2 rakaat dan maksimal tidak terbatas

B. Pelaksanaan Sholat Tahajud

Waktu untuk melaksanakan Sholat Tahajjud terbagi menjadi 3 bagian :

  • Sepertiga malam yang pertama dilakukan dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00
  • Sepertiga malam yang kedua dilakukan antara pukul 22.00 hingga pukul 01.00
  • Sepertiga malam terakhir dilakukan antara pukul 01.00 hingga terbit fajar.

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan Sholat ahajud adalah sepertiga malam terakhir, pada waktu itu Allah banyak menurunkan rahmatnya ke bumi, sehingga barang siapa berdoa akan dikabulkan, barang siapa meminta akan diberikan, dan barang siapa memohin ampun akan diampuni oleh Allah.

C. Bacaan Niat Sholat Tahajud

Cara mengerjakan sholat tahajud sama dengan cara pelaksanaan sholat fardhu, baik gerakan maupun bacaanya, perbedaanya hanyalah pada niat, Niat Sholat Tahajud adalah :
أصَلِّي سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
USOLLI SUNNATAT TAHAJJUDDI ROK’ATAINI LILLAHI TA’AALA

D. Keutamaan Sholat Tahajud

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang sembilan keutamaan yang dimiliki sholat tahajud. 5 keutamaan dapat dirasakan ketika hidup di dunia dan 4 keutamaan lainnya menjadi bekal saat manusia meninggal.
Berikut 5 Keutamaan Sholat Tahajud di Dunia

  1. Allah akan memlihara dari segala bencana dan bala (bala)
  2. Wajahnya akan tampak bersinar sebagai tanda ketaatanya
  3. Akan dicintai manusia dan hamba allah
  4. Lidahnya memiliki kemampuan mengucapkan kata yang mengandung hikmah
  5. Akan diberi kelebihan menjadi orang yang bijaksana yaitu diberikan pemahaman tentang ilmu agama

Berikut 4 Keutamaan Sholat Tahajud di Akhirat

  1. Wajahnya akan tampak berseri saat bangkit dari alam kubur pada hari pembalasan nanti
  2. Akan memperoleh keringanan waktu dihisab
  3. Saat menyeberang shirotol mustaqim dapat melakukan dengan cepat secepat kilat (halilintar)
  4. Semua catatan amal perbuatannya di dunia akan diberikan ditangan kanannya

Nabi Muhammad SAW kembali bersabda tentang keutamaan sholat tahajud. Ketika Nabi Muhammad menjelaskan tentang keutamaan sholat tahajud kepada para sahabatnya, beliau bersabda:

“Sholat tahajud adalah sarana (meraih) keridhoan Allah, kecintaan para malaikat, sunah para nabi, cahaya pengetahuan, pokok keimanan, istirahat untuk tubuh, kebencian para setan, senjata untuk (melawan) musuh, (sarana) terkabulnya doa, (sarana) diterimanya amal, keberkatan bagi rezeki, pemberi syafaat di antara yang melaksanakannya dan di antara malaikat maut, cahaya di kuburan (pelaksanaannya), ranjang di bawah sisi (pelaksanaannya), menjadi jawaban bagi Munkar dan Nakir, teman dan penjenguk di kubur (pelaksanaanya) hingga hari kiamat, ketika di hari kiamat sholat tahajud itu akan menjadi pelindung di atas (pelaksanaannya), mahkota di kepalanya, busana bagi tubuhnya, cahaya yang menyebar di depannya, penghalang di antaranya dan neraka, hujah (dalil) bagi mukmin dihadapan Allah Swt, pemberat bagi timbangan kebaikan, izin untuk melewati Shirath al-Mustaqim dan kunci surga.”

E. Dalil Mengenai Sholat Tahajud

  • Ayat Al Qur’an terkait salat tahajjud:
    “Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji” (QS : Al-Isro’ : 79)
  • Hadits terkait salat tahajjud:“Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo’a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh.” (Al Hadits).
    Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Shalallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
    Bersabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

F. Doa Sholat Tahajud

Sebenarnya Doa apa saja bisa, karena Allah tidak pernah memberatkan hambanya, namun kalo bisa pakai saja doa dibawah ini:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

G. Kiat Mudah MEnjalankan Shalat Malam/Qiyamullail

Bangun malam untuk mengerjakan sholat memang bukan main sulitnya, oleh karena itu harus ada kiat-kiat khusus untuk menyiasatinya :

  • Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.
  • Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
  • Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
  • Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
  • Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  • Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
  • Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
  • Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
Kata kunci : bacaan sholat NU | dp sholat tahajud | bacaan sholat menurut nu | dp tahajud | dp sholawat nabi | bacaan sholat lengkap nu | bacaan shalat menurut nu |
Sholat Tahajud (Pengertian, Tata Cara dan Keutamaannya) Reviewed by pendidikan islam on . Sholat Tahajud (Pengertian, Tata Cara dan Keutamaannya)

A. Pengertian Sholat Tahajud Masuk-islam.com – Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, dimulai setelah isya hingga terbit fajar atau menjelang subuh, dan setelah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar,hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam makna “Tahajud” yaitu “Bangun dari Tidur”. Jadi syarat untuk melaksanakan sholat tahajud adalah “telah tidur sebelumnya” [...]

Rating: 5

8 comments on “Sholat Tahajud (Pengertian, Tata Cara dan Keutamaannya)

  1. Didin Afiyuddin on said:

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Sangat bermanfaat, orang keren wajib melaksanakan solat tahajud secara rutin, bukan sesekali :)

    Wassalam

  2. ruyanah on said:

    trim, sangat germanfaat sebagai tuntunan ,belim gikatakan modern bila tidak melakukan sholat tahajud…oarang mogern orang yang cinta diti dan keluarganya

  3. nasrullah syaifudin on said:

    http://www.masuk-islam.com/13-kesalahan-kesalahan-dalam-shalat-lengkap-beserta-dalilnya-dan-wajib-diketahui.html
    tolong baca bagian baca’an niat,,ada artikel lain yang mengatakan bahwa membacakan niat itu bid’ah yang tidak pernah dicontohkan nabi kita..

    • pendidikan islam on said:

      @Nasrullah Syaifudin–> Benar bahwa Rasulullah saw tidak pernah mengucap “usholli …” setiap kali akan melakukan shalat. Ibnul Qayyim, dalam kitabZad al-Ma’ad berkata, “Apabila hendak mengerjakan shalat, Nabi saw langsung mengucap Allahu Akbar tanpa membaca apapun sebelumnya dan tanpa melafalkan niat. Beliau tidak berkata, ‘Usholli shalat kadza (saya berniat shalat …)…. Tidak ada satupun riwayat dari beliau entah itu sahih atau dhoif yang menyatakan bahwa beliau melafalkan niat. Bahkan ia juga tidak dianjurkan oleh para tabiin dan imam…”

      Demikian pernyataan Ibnul Qayyim dalam kitab Zad al-Ma’ad. Hanya saja para ulama tidak sepakat jika melafalkan niat dalam shalat dianggap secara mutlak sebagai bid’ah yang sesat. Pasalnya secara realita, dalam persoalan tersebut terdapat perbedaan pendapat.

      Imam Syafii menyatakan bahwa melafalkan niat untuk shalat hukumnya sunnah. Hal itu agar lisan bisa membantu kalbu untuk konsentrasi. Namun jika tidak dilafalkan pun shalatnya tetap sah selama dilakukan dengan ikhlas dan memenuhi rukunnya.Sementara kalangan Maliki berpendapat bahwa lebih utama tidak melafalkan niat, kecuali bagi yang terserang penyakit waswas.kalangan Hanafi berpendapat bahwa melafalkan niat adalah bid’ah sebab tidak ada dalilnya baik dari Rasulullah maupun sahabat. Hal serupa dikatakan oleh kalangan Hambali.

      Kesimpulannya melafalkan niat dalam shalat memang tidak ada dasar dan dalilnya dari Rasulullah saw. Sebab niat bertempat di dalam hati. Jadi cukuplah dengan niat dalam hati bahwa akan melakukan shalat tertentu. Begitu yang dilakukan Rasul saw dan sahabat. Semua ulama sepakat bahwa sah dan tidaknya shalat tidak tergantung pada pelafalan niat. Yang penting dalam hati terpasang niat untuk shalat. Yaitu terdapat kesadaran dan kesengajaan untuk melakukan shalat.

      Wallahu a’lam bish-shawab.

      • Tri Triyan on said:

        - Saya setuju, segala sesuatu yg tidak ada contoh dari rosululloh harus ditinggalkan begitupun dalam pembacaac niat solat (usholli…dst).
        - Kemudian saya menambahkan doa sholat tahajud dalam tulisan di atas sebenarnya adalah doa iftitah yg dibaca oleh rosululloh setelah takbirotul ikhrom, bukan bacaan doa setelah solat tahajud

        • hendie on said:

          Muslim yang baik dan bijak apabila menyampaikan ilmu yang didapatnya dengan tidak menyalahkan ilmu yang didapat muslim yang lain, karena kebenaran hanyalah milik Allah SWT

  4. ika on said:

    yahhh sayang sekali tidak bisa dicopy- paste.. padahal bagus lho untuk tugas agama islam :’(

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.