Siwak – Cara Rasulullah Membersihkan Gigi (LENGKAP)

Bersiwak atau siwakan merupakan cara menggosok gigi rasulullah dengan menggunakan kayu siwak. Namun apa sebenarnya siwak itu sendiri ?

A. Siwak Itu Apa Sih ?

Dalam bahasa inggris siwak disebut dengan ‘MISWAK’ Secara bahasa Kalimat “Siwak” pada mulanya ditujukan untuk aktifitas menggosok gigi, tanpa memperhatikan jenis alat yang digunakan untuk menggosok gigi. Lalu disebutlah alat yang dipakai untuk gosok gigi dengan sebutan “siwak” sedangkan secara adat kata “siwak” lebih banyak digunakan untuk menyebut “kayu pohon al-arok / arak (Salvadora persica)”
gambar kayu siwak

Siwak atau miswak adalah kayu atau akar dari pohon arok (arab) atau arak (inggris) atau Salvadora persica (latin) yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut, sehingga batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi.
Siwak mungkin terasa pedas dan sedikit panas pada penggunaan siwak pertama kali, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids.

Hukum Bersiwak
Hukum bersiwak adalah sunnah muakkadah yaitu sunnah yang sangat di anjurkan

B. Manfaat Siwak

Bersiwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki manfaat di dunia dan akherat.
Manfaat di Dunia yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain.
Sedangkan Manfaat di Akhirat yaitu Ittiba’ kepada nabi S.A.W dan mendapatkan keridhaan dari Allah.

C. Kandungan Zat (Komposisi) Pada Kayu Siwak

Berbagai uji coba telah banyak dilakukan dalam upaya mengetahui manfaat dari Salvadora Persica atau kayu siwak ini. kandungan kimia yang terdapat dalam siwak antara lain :
Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.

D. Dalil-dalil Anjuran Bersiwak

  • Dari Ali bin Abi Thalib, rasulallah bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba bila bersiwak lalu berdiri mengerjakan salat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya dengan seksama kemudian dia mendekatinya (atau dia mengucapkan kalimat seperti itu) hingga malaikat itu meletakkan mulutnya diatas mulut orang yang membaca al-Qur’an, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan al-Qur’an itu melainkan langsung ke perut malaikat, oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk membaca al-Qur’an. Dikeluarkan oleh Abdullah bin al-Mubarak dalam kitabnya az-Zuhd no. 1211, al-Mundziri dalam at-Targhiib dan at-Tarhiib dan al-Albani berkata: Hasan shahih (Shahih at-Tarhiib no. 215).
  • “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”. (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]).
  • “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan salat”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)
  • ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh rasulullah jika dia memasuki rumahnya?” Dia menjawab ”Bersiwak”. (HR: Muslim, irwaul golil no 72)

E. Cara Menggunakan Siwak Yang Baik dan Benar

  • Batang atau cabang siwak dipotong berukuran pensil dengan panjang 15-20 cm. Stick kayu siwak ini dapat diambil dari akar, tangkai, ranting, atau batang tanamannya. Stick dengan ukuran diameter 1 cm dapat digigit dengan mudah dan memberikan tekanan yang tidak merusak gusi apabila digunakan.
  • Kulit dari stick siwak ini dihilangkan atau dibuang hanya pada bagian ujung stick yang akan dipakai saja.
  • Bagian ujung stick siwak yang sudah dihilangkan kulit luarnya digigit-gigit atau dikunyah-kunyah sampai membentuk bulu-bulu lembut
  • Sekarang anda dapat menggunakan siwak tersebut, bagian siwak yang sudah membentuk seperti bulu-bulu digosokkan pada gigi, dan bisa juga digunakan untuk membersihkan lidah.
    (Sebelum digunakan, sebaiknya siwak direndam dalam air segar selama 1 hari sebelum digunakan, karena siwak yang kering dapat merusak gusi)
    gambar cara menggunakan siwak dengan benar
    Dalam hadist Rasul saw. bersiwak memulainya dari pertengahan, lalu ke arah kanan lalu ke kiri, demikian diulangi sebanyak 3 kali.
    Imam Ghazali rahimahullah menambahkan cara yang lebih lengkap, yaitu:

    • Meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas,
    • Lalu mendorongnya ke arah kanan sampai ke ujungnya,
    • Lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung,
    • Lalu mendorongnya kembali ke tengah jajaran bawah,
    • Lalu kembali naik ke tengah jajaran atas,
    • Lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya,
    • Lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung, dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah.

    Intinya cara bersiwak yang benar ala Nabi Muhammad SAW adalah mulailah dari pertengahan

F. Cara Menyimpan Siwak Setelah Dipakai

Simpanlah kayu siwak di tempat kering. Ketika Anda selesai menyikat gigi, segera bersihkan siwak dari sisa-sisa dan bilas sebentar. Simpan siwak di tempat yang bersih tetapi terbuka, bukan di dalam sebuah tas atau wadah, yang bisa mendorong tumbuhnya jamur karena kayunya lembab. Jauhkan kayu siwak dari wastafel atau toilet untuk menghindari perpindahan bakteri secara tidak sengaja dari percikan air.

G. Cara Merawat Kayu Siwak

Untuk Merawat agar kayu siwak tetap baru, potonglah bulu-bulu lama yang sudah usang dengan menggunakan pisau. Tergantung seberapa sering Anda membersihkan gigi dan jenis kayu siwak yang Anda gunakan, daya tahan bulu siwak rata-rata berbeda. Secara umum, Anda perlu memotong bulu-bulu itu tiap kali terlihat seperti sapu yang usang dan tua. Biasanya ini berarti memotongnya setiap beberapa hari sekali.
Ada beberapa pengecualian, Beberapa jenis kayu siwak yang sudah diproses dan dijual secara komersial memiliki umur lebih dari enam bulan dikarenakan bahan pengawet yang ditambahkan.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *