Ujung Oppa, Akhirnya Setelah 15 Tahun Masuk Islam

Namanya adalah ‘Ujung oppa’, seorang youtuber asal korea, subcribernya hingga saat artikel ini ditulis sekitar 1.2 Juta, Sudah 15 tahun ujung oppa bolak-balik korea indonesia, yang akhirnya banyak mengenal orang indonesia.

Ujung oppa berpendidikan s1 jurusan bahasa melayu dan bahasa indonesia, ujung oppa sudah lama kerja dibidang pendidikan di korea sebagai guru bahasa indonesia,  pengarang buku bahasa indonesia untuk masyarakat di korea, sebagai penerjemah di kepresidenan, dan ujung oppa juga dinobatkan sebagai penyanyi dangdut pertama di korea.

gambar ujung oppa dengan nissa sabyan masuk islam

Yang perlu diketahui adalah bahwa ujung oppa ini tidak menganut kepercayaan atau agama apapun selain hanya ikut-ikutan saja.

Kisah dimulai…

  • Perjalanan Agama ujung Oppa
    Kedua orang tuanya adalah pemeluk agama budha, semenjak kecil hingga sampai kelas 3 smp, ujung oppa seringkali diajak orangtuanya pergi ke kuil, namanya juga anak baik,  jadi aku ikut aja, percaya gak percaya sich ‘tutur ujung oppa’.
    Setelah masuk SMA, ujung oppa mempunyai teman yang menganut agama protestan, temannya selalu merayunya untuk mengajaknya ke gereja, karena keinginan besar dari temannya itu, ujung oppa dirayunya selama 5 tahun, wahhhhh lama juga ya…kata ujung oppa.
    Ujung oppa pertama kali ke gereja ketika SMA kelas 3, tapi sekali ke gereja dia gak ke gereja lagi, ketika akan diajaknya ke gereja, ujung oppa selalu bawa alasan ini dan itu, kadang juga pura-pura sakit, karena waktu itu ujung oppa tidak percaya akan adanya tuhan.Setelah masuk universitas, ujung oppa kembali ke gereja, dalam 2 tahun dia ke gereja seminggu sekali, waktu berlanjut, setelah itu ke gerejanya menurun lagi, setahun sekali, dua tahun sekali, jadi bisa dikatakan ujung oppa gak punya agama, tutur ujung oppa.Namun jangan heran kata ujung oppa, 50% orang korea lebih tidak punya agama, mereka lebih percaya pada leluhur atau nenek moyangnya, kalau aku ke kuil itu karena ada pengaruh daru orang tua, dan kalau aku jadi protestan itu juga karena diajak temanku dan bukan dari hati aku.  kakek dan neneknya ujung oppa seorang katolik, adiknya juga tidak punya agama, dan di korea bukanlah hal yang aneh karena saling menghargai kepercayaan, jadi boleh beda agama.
  • Ujung Oppa Masuk Islam
    Waktu semakin berlalu, ujung opppa akhirnya mantap dengan hatinya memutuskan untuk menjadi masuk islam tanpa paksaan atau ikut-ikutan.
    Banyak yang menanyakan apa alasan ujung oppa masuk islam, dan dia pun menjawabnya :

    • Sholawat Nissa Sabyan Membuatnya tertarik dengan islam
      Selama 15 tahun banyak hal yang ujung opaa alami, ujung oppa sudah biasa mendengar, melihat dan ketemu sama orang muslim ataupun tentang agama islam, jadi tidak asing, sudah terbiasa bagi aku, misalkan mendengar adzan dan sholawat, mengenal makanan halal, kalau sebelum mengenal indonesia, ujung oppa tidak tahu sama sekali tentang agama islam, dan tidak berminat sekali untuk mengetahui tentang islam, Selama 15 tahun tidak ada masalah bergaul sama teman-teman yang memeluk agama islam, malah ujung oppa lebih dekat dengan teman muslim barunya daripada teman-temannya yang ia kenal sejak lama.Ujung oppa sering banget dengerin sholwat, terutama salah satunya adalah Sabyan gambus, nah dari situlah dia mulai terpengaruh, gak tau ya kalau dengar shalawat aku merasa tenang dan bahagia, tutur oppa”.
    • Dua Jam Mengenal Islam, Sahabatnya Menjadi Muallaf
      Inilah yang mempunyai pengaruh besar ujung oppa masuk islam, yaitu sahabatnya.
      Panggil saja nama sahabat tersebut adalah Muhammad Son, Awal ceritanya adalah ketika itu ujung oppa ingin meliput kegiatan di masjid yang berada di hansan, hansan sendiri adalah kampung orang indonesia yang ada di korea. ujung oppa ingin meliput dan direkam, diajaklah temannya yang sekarang bernama muhammad son (nama sesudah masuk islam)  dengan maksud agar temannya tersebut merekam liputannya, awal mulanya temannya ini selalu menolak ketika di ajak ujung oppa, namun akhirnya dia mau menuruti kemauan ujung oppa.
      Setelah acara tersebut selesai ada sesi tanya jawab, dimulailah kisah dari sini, ujung oppa bertanya pada ustadz ‘aku tertarik dengan islam dan ingin belajar islam’ tapi takut ini itu dan sebagainya ‘tutur oppa’.
      Singkat cerita, Bicaralah panjang lebar selama 2 jam, dan diakhiri dengan pertanyaan oleh ustadz apakah anda mau masuk islam ? diluar dugaan, ternyata yang jawab masuk islam adalah temannya, teman yang mulanya masuk masjid saja enggan, kini ternyata lebih dulu masuk islam setelah 2 jam mengenal islam, sementara ujung oppa sendiri sudah lebih banyak mengenal islam tapi masih ragu untuk secara resmi masuk islam.
      Merindinglah ujung oppa mendengar jawaban temannya yang masuk islam tersebut, hal ini bukan tanpa alasan ujung oppa merinding, sebab hidup dan bertahan sebagai muslim di korea bakalan susah dan ujung oppa tidak yakin kalau temannya tersebut bisa bertahan lama, Perlu diketahui bahwa di korea, presentasi yang mempercayai agama islam adalah 0.05%, dan itupun mereka jarang yang mengaku sebagai muslim, islam dikorea itu adalah sesuatu yang sangat asing.
      Benar juga akhirnya kejadian, muhmamad son menghadapi banyak tantangan, diantaranya di pecat dari perusahaan ia bekerja karena tidak mau kumpul untuk minum alkohol, tidak mau makan yang haram, dan waktunya banyak di pakai untuk sholat 5 waktu, jadi beberapa bulan penghasilannya kosong, untungnya ada istri sholehah yang selalu setia menemaninya, istrinya adalah orang indonesia yang bekerja di korea.Melihat kenyataan temannya yang aurahnya sekarang sudah berubah, dulu wajah temannya penuh kegalauan, kekhawatiran dan stress kini wajahnya bercahaya, gagah dan penuh kepercayaan, dari situlah ujung oppa pun makin mantap untuk memilih agama islam sebagai kepercayaan barunya.
    • Kegalauan Hati
      Ujung oppa bisa dikatakan mempunyai perekonomian yang selalu stabil, namun ia belum pernah mendapatkan kebahagiaan yang menenangkan, andaikan kalau ditanya kapan ujung oppa paling bahagia? kapan waktu melakukan hal yang paling bahagia? ujung oppa belum bisa menjawabnya karena memang belum pernah ia rasakan, tapi ketika ujung oppa ketemu sama teman-teman indonesia maupun teman dari luar negeri yang percaya islam, mereka selalu senyum, dan berasa bahagia dari dalam, itulah yang ujung oppa selalu rasakan selama 15 tahun.
      Ujung oppa juga ingin bahagia, apa rahasia mereka yang bisa percaya diri dan bahagia, tanpa paksaan akhirnya ujung oppa memutuskan menjadi muslim, dan kita adalah brother, kata ujung oppa”.

Ujung oppa sekarang sangat senang tidak merasa kesepian lagi, dan untuk rencananya ujung oppa akan bertemu usatdz untuk belajar islam pelan-pelan untuk membuktikan bahwa pilihan ujung oppa adalah benar.

loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *