Cleveringa Lecture 2022, Lestarikan Bahasa Lokal dan Memahami Kemajemukan

0
17

image_pdf
Marian Klamer dari Leiden University menyampaikan materi pada Cleveringa Lecture 2022

Menjadi suatu kehormatan bagi Universitas Negeri Malang (UM) karena berkesempatan menjadi tuan rumah Cleveringa Lecture 2022. Sebuah acara kuliah umum yang rutin digelar setiap tahun oleh Leiden University dengan tema yang berkaitan dengan hukum, kebebasan dan tanggungjawab. Acara ini digelar secara hybrid, luring di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 dan daring melalui zoom meeting pada Rabu (09/11).

Kali ini tema yang diusung adalah Multilingualism, Language Endangerment and Language Vitality dengan dua narasumber yang ahli dalam bidangnya, yakni; Marian Klamer dari Leiden University dan Nurenzia Yannuar dari UM. Materi yang disampaikan oleh Marian Klamer berjudul Language Endangerment and Language Vitality. “Bahasa lokal atau daerah di Indonesia jumlahnya sangat banyak dan beragam. Namun sayang sekali banyak yang sudah punah dikarenakan tidak ada penuturnya, salah satunya adalah Bahasa Daerah yang berasal dari Pulau Papua. Padahal Bahasa lokal merupakan suatu kekayaan negara yang harus dijaga dan dilestarikan. Beberapa penyebab punahnya bahasa lokal adalah keadaan geografi dan sosial ekonomi, sikap, bahasa sosial, dan prevalensi gagasan pra-ilmiah tentang Bahasa,” papar Marian.

Sedangkan materi yang disampaikan oleh Nurenzia Yannuar berjudul Multilingualism in Java. “Seperti yang telah kita ketahui bersama di Pulau Jawa terdapat banyak sekali bahasa lokal. Mulai dari Jawa Timur yang memiliki Bahasa Osing, Bahasa Madura, hingga Bahasa Medok, dilanjutkan Jawa Tengah yang memiliki Bahasa Jawa Krama Inggil yang halus hingga Bahasa Ngapak dan Jawa Barat yang memiliki Bahasa Sunda. Meski begitu ketika melihat lebih detail setiap daerah selalu memiliki ciri khas yang hanya dimiliki daerah itu sendiri, seperti halnya Bahasa Walikan khas Malang. Bahasa Walikan khas Malang ini menjadi salah satu Bahasa komunikasi yang sering digunakan oleh masyarakat Malang,” ungkap Nurenzia.

Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang menyampaikan banyak terima kasih kepada narasumber yang memberikan khazanah keilmuan yang sangat jarang dibahas. “Saya ucapkan terima kasih kepada Marian yang telah banyak melakukan penelitian di Indonesia, mulai dari sejarahnya hingga sosialnya. Acara ini sangat menarik karena tema yang diangkat bisa mengurangi kepunahan Bahasa dan menjaga keberagaman Bahasa. Karena relasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari Bahasa dan Bahasa adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Semoga kita bisa saling belajar bersama tentang kesetaraan, sehingga pendidikan tidak dalam indoktrinasi, sehingga pembelajaran tidak hanya monodisipliner tapi bisa interdisipliner dan transdisipliner,” pungkasnya.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Internship Humas UM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here