Gelar Perdana Konferensi Internasional ICoMUS 2022

0
31

Perdana Pusat Keilmuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka (PK-LPPM-UT) menyelenggarakan Seminar Internasional International Conference of Multidiciplinary Academic Studies (ICoMUS). Konferensi ini menghadirkan 112 penyaji makalah dari berbagai perguruan tinggi. Seminar Internasional pertama ini mengangkat tema “Contemporary Issues in Multidisciplinary Research”. Topik diangkat dengan tujuan untuk memacu peneliti melakukan penelitian interdisiplin atau lintas bidang ilmu mengikuti isu-isu penelitian kontemporer saat ini.

Seminar Internasional dilaksanakan secara hybrid dengan peserta luring bertempat di Grand Whiz Hotel, pada Sabtu 12 November 2022 yang menghadirkan Kepala Unit Pengembangan Pembelajaran Dalam Jaringan Indonesia (UPPDJI) UT Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. sebagai keynote speaker. Kemudian pembicara panel yaitu Dr. Peter Juma Ochieng dari Obuda University, Hugaria, Prof.  Mohammad Aslam Bin Gulan Hassan dari University Malaya, Malaysia, dan Prof. Ir Muhammad Arsyad dari Universitas Hasanuddin.

Acara diawali dengan Laporan dari Ketua Panitia, Erman Arif, S.Kom., MMSI. yang menyampaikan ucapan sangat berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan Universitas Terbuka serta berharap dengan konferensi internasional pertama yang selenggarakan tentang “Isu Kontemporer dalam Penelitian Multidisipliner” dapat melibatkan mitra industri terkait dan dapat berguna bagi masyarakat maupun kebutuhan industri.

Selanjutnya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. menyampaikan dalam sambutannya konferensi internasional multidisiplin ini memfokuskan pada riset dan penelitian pengabdian masyarakat untuk menghasilkan lebih banyak lagi hasil riset bereputasi baik nasional maupun internasional. “Topik dipilih berdasarkan fokus penelitian masyarakat tidak hanya pada satu bidang keilmuan melainkan multidisiplin ilmu. Hal ini untuk mendorong semangat kolaborasi antar bidang keilmuan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan ruang lingkup kolaborasi ICoMUS 2022 menitikberatkan pada fokus lintas keilmuan seperti Bisnis dan Manajemen, Ilmu Sosial, Pendidikan, serta Sains dan Teknologi.

Kegiatan Seminar Internasional ini resmi dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. secara daring. Dalam sambutannya dalam kemajuan, Prof. Ojat menyampaikan bahwa teknologi dan peradaban dunia berdampak pada kompleksnya permasalahan yang bersifat multi sektoral dan saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, permasalahan kompleks tersebut tidak dapat lagi diselesaikan dengan satu disiplin atau pendekatan, melainkan memerlukan kombinasi dari berbagai disiplin ilmu/pendekatan. Begitu pula dengan kegiatan penelitian yang membutuhkan pendekatan multidisiplin untuk mengumpulkan spektrum manfaat penelitian yang lebih luas. Pendekatan multidisiplin adalah upaya untuk mengintegrasikan berbagai sudut pandang dalam memecahkan suatu masalah. Adapun pemecahan masalah multidisiplin hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi.

Kepala Unit Pengembangan Pembelajaran Dalam Jaringan Indonesia (PPDJI) Universitas Terbuka Prof. Dr. Paulina Pannen, M. Ls. sebagai keynote speaker, menyampaikan dalam paparannya bahwa riset multi disiplin adalah kegiatan menginvestigasi  permasalahan yang ada dan menyatakannya secara jelas dalam satu hipotesis, dengan pendekatan akademik yang berbeda. Dalam hal ini para akademisi dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang ada. Metode penelitian yang dilakukan dalam riset multi disiplin tersebut tidak hanya kuantitatif dan kualitatif, tetapi perpaduan keduanya, ungkap Prof. Paulin.

Setelah paparan keynote speaker, acara dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata, dan foto bersama. Acara dilanjutkan dengan pembicara panel yaitu Dr. Peter Juma Ochieng dari Obuda University, Hugaria, Prof. Mohammad Aslam Bin Gulan Hassan dari University Malaya, Malaysia, dan Prof. Ir. Muhammad Arsyad dari Universitas Hasanuddin.

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan sertifikat, serta foto bersama. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian oleh pemakalah pada Parallel Session yang dibagi ke dalam 5 (lima) kelas dan dipandu oleh masing-masing Moderator.

Acara ditutup dengan pengumuman Best Paper yang diraih oleh, Inas Sausan, Jamaludin, Elda Frediana Rety Kartika (Exploring Teacher TPCK: A Case Study of Chemistry Teacher’s Perception) dan Danang Budi Setyawan (Effects of Pyrolysis On Characterization of Rice Hull Charcoal As Growing Media for Plant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here